MIU Login

Masuki Dunia Profesi, Dekan Humaniora Dorong Mahasiswa Kuasai Komunikasi Efektif

HUMANIORA – (25/6/2026) Praktik Kerja Lapangan (PKL) bukan sekadar ruang belajar di luar kampus, tetapi juga wahana bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi, menjalin kerja sama, dan beradaptasi dengan dinamika masyarakat profesi. Karena itu, kemampuan berinteraksi secara efektif menjadi bekal penting yang harus dimiliki mahasiswa agar pelaksanaan PKL berjalan lancar, produktif, dan membawa manfaat. Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, , Prof. Dr. M. Faisol dalam sambutannya kepada mahasiswa calon peserta PKL, Kamis, 25 Juni 2026 yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kampus 3.

Baca juga:

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa inti dari pelaksanaan PKL bukan hanya menjalankan tugas akademik di lokasi mitra, melainkan juga belajar berinteraksi dengan berbagai pihak di lingkungan kerja secara bijaksana dan profesional.

Menurutnya, kehidupan sosial dalam masyarakat profesi berjalan melalui tindakan-tindakan individu yang sarat makna subjektif. Dalam praktiknya, setiap orang tentu memiliki tujuan, cara pandang, dan kepentingan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa tidak semua hal di lokasi PKL akan berjalan sesuai dengan keinginan pribadi. Kesadaran terhadap perbedaan inilah yang menjadi dasar penting dalam membangun relasi kerja yang sehat dan produktif.

Dekan menjelaskan, dalam proses komunikasi kerap muncul situasi disasosiatif—yakni kondisi ketika perbedaan pandangan, kepentingan, atau cara berinteraksi berpotensi memunculkan gesekan bahkan konflik. Dalam konteks PKL, kondisi semacam ini harus disikapi dengan matang. Mahasiswa dituntut untuk tidak reaktif, tetapi mampu membaca situasi, memahami perbedaan, dan menempatkan diri secara tepat di tengah masyarakat profesi yang beragam.

“Tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, mahasiswa harus mampu menyikapi perbedaan dengan bijaksana agar interaksi sosial yang terbangun tidak berujung pada konflik, melainkan melahirkan kerja sama yang baik,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi yang baik tidak cukup hanya bertumpu pada niat baik atau pilihan bahasa yang sopan. Komunikasi yang efektif juga menuntut kepekaan terhadap siapa lawan bicara, bagaimana konteks yang sedang dihadapi, serta bagaimana pesan disampaikan agar dapat diterima dengan tepat. Dengan kata lain, mahasiswa perlu memahami simbol-simbol interaksi sosial agar komunikasi yang dibangun benar-benar menghasilkan pemahaman, kenyamanan, dan kolaborasi.

Ia menambahkan, mahasiswa harus belajar melihat komunikasi secara utuh: siapa yang menyampaikan pesan, apa isi pesannya, kepada siapa pesan itu ditujukan, dan dalam situasi seperti apa komunikasi berlangsung. Kepekaan terhadap unsur-unsur tersebut akan membantu mahasiswa menyesuaikan cara berkomunikasi dengan lingkungan kerja, budaya institusi mitra, serta karakter individu yang mereka temui selama PKL.

Melalui pembekalan ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyiapkan mahasiswa dari sisi akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kecakapan sosial yang relevan dengan dunia kerja dan masyarakat profesi. PKL dipandang sebagai ruang pembelajaran nyata untuk mengasah kedewasaan, kemampuan adaptasi, etika berkomunikasi, serta keterampilan membangun jejaring profesional.

Di akhir sambutannya, Dekan berharap pelaksanaan PKL dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa. Ia mendorong seluruh peserta PKL untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana belajar langsung dari masyarakat profesi, membangun komunikasi yang baik dan efektif, serta menghadirkan manfaat nyata baik bagi diri sendiri, mitra, maupun institusi.

Dengan bekal komunikasi yang tepat, sikap adaptif, dan kemampuan menjalin kerja sama, mahasiswa Humaniora diharapkan mampu menjalani PKL secara optimal serta menghasilkan pengalaman yang positif, berdampak, dan memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia profesional di masa depan. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait