MIU Login

Maba Humaniora Tandatangani Pakta Integritas, Teguhkan Komitmen Jaga Etika Akademik

HUMANIORA – (21/8/2026) Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (PBAK-F) Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026 ditutup dengan peneguhan komitmen bersama. Seluruh mahasiswa baru Fakultas Humaniora menandatangani Pakta Integritas, Jumat (21/8/2026), di Kampus III UIN Malang. Momentum tersebut menandai dimulainya tanggung jawab mahasiswa untuk menjalani kehidupan akademik dengan menjunjung kejujuran, kedisiplinan, etika, serta kepatuhan terhadap aturan fakultas dan universitas.

Baca Juga:

Penandatanganan Pakta Integritas menjadi salah satu bagian penting dalam penutupan PBAK-F Humaniora 2026. Setelah selama rangkaian PBAK mahasiswa diperkenalkan dengan sistem akademik, layanan fakultas, kehidupan kemahasiswaan, organisasi, komunitas, serta berbagai ruang pengembangan diri, mereka diajak meneguhkan komitmen mengenai bagaimana kehidupan sebagai mahasiswa akan dijalani.

Komitmen tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar memenuhi ketentuan administratif. Melalui Pakta Integritas, mahasiswa baru menyatakan kesediaannya untuk menjaga perilaku, menaati aturan akademik dan kemahasiswaan, menjunjung kejujuran, menghormati sesama, serta ikut menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif untuk belajar.

Pakta Integritas juga menegaskan komitmen mahasiswa untuk menolak gratifikasi dan segala bentuk korupsi. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang bersih, transparan, bertanggung jawab, dan berintegritas sejak mahasiswa memasuki perguruan tinggi.

Bagi Fakultas Humaniora, pembentukan karakter semacam itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga ruang untuk membentuk kedewasaan, tanggung jawab sosial, dan etika yang kelak dibawa mahasiswa ketika terjun ke tengah masyarakat.

Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran tersebut sejak awal masa studi.

“Ini menjadi bentuk komitmen Fakultas dalam menanamkan nilai integritas kepada mahasiswa, sekaligus merupakan komitmen nyata mahasiswa baru untuk menjadi pemimpin yang beretika dan berintegritas di masa depan,” ungkapnya.

Pesan tersebut sekaligus memperkuat arahan yang disampaikan Dekan kepada mahasiswa selama rangkaian PBAK. Memasuki perguruan tinggi berarti mahasiswa memperoleh kemandirian yang semakin besar. Mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk menentukan aktivitas, pergaulan, dan arah pengembangan dirinya. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengendalikan diri serta mempertanggungjawabkan setiap pilihan.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan bagi kegiatan yang produktif dan menjauhkan diri dari berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masa depannya. Pendidikan tinggi diharapkan membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan dalam menentukan sikap.

Senada dengan Dekan, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed., menekankan bahwa Pakta Integritas harus dimaknai sebagai komitmen personal setiap mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Menurutnya, aturan kampus tidak cukup hanya diketahui atau dibaca. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diterjemahkan ke dalam perilaku mahasiswa sehari-hari.

Melalui komitmen tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjaga sikap, menaati ketentuan akademik dan kemahasiswaan, menghormati perbedaan, menjaga nama baik almamater, serta menjauhkan diri dari tindakan yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.

Pakta Integritas sekaligus menjadi pengingat bahwa status mahasiswa membawa hak dan tanggung jawab secara bersamaan. Mahasiswa memiliki hak memperoleh pendidikan dan layanan akademik yang berkualitas, memanfaatkan fasilitas kampus, mengembangkan minat dan bakat, berorganisasi, serta menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Pada saat yang sama, mereka berkewajiban menjaga ketertiban, menghargai sesama warga kampus, memelihara fasilitas, menaati norma akademik, dan berkontribusi menciptakan lingkungan pembelajaran yang sehat.

Dengan perspektif tersebut, tanda tangan yang dibubuhkan mahasiswa bukan menjadi akhir dari komitmen. Justru setelah PBAK selesai, substansi Pakta Integritas akan diuji melalui tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari kejujuran ketika mengerjakan tugas, kedisiplinan mengikuti perkuliahan, penghargaan terhadap dosen dan sesama mahasiswa, tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas, hingga keberanian menolak tindakan yang bertentangan dengan etika akademik.

Penandatanganan Pakta Integritas juga sejalan dengan tujuan PBAK sebagai pintu masuk mahasiswa mengenali budaya perguruan tinggi. Mahasiswa baru tidak hanya perlu mengetahui lokasi ruang kuliah, prosedur administrasi, atau struktur kelembagaan, tetapi juga memahami nilai yang menjadi dasar kehidupan sebuah komunitas akademik.

Integritas menjadi salah satu fondasi penting karena proses pendidikan tinggi sangat bergantung pada kejujuran dan tanggung jawab. Karya akademik, penelitian, tugas, ujian, hingga aktivitas organisasi membutuhkan komitmen terhadap etika agar proses pembelajaran benar-benar menghasilkan kompetensi sekaligus karakter.

Nilai tersebut semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang memberikan kemudahan besar dalam memperoleh dan memproduksi informasi. Kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama tanggung jawab akademik, termasuk menjaga orisinalitas karya, menggunakan sumber secara bertanggung jawab, dan menghindari berbagai bentuk kecurangan akademik.

Fakultas Humaniora karena itu menempatkan PBAK sebagai tahap awal pembentukan kesadaran mahasiswa. Sejak hari-hari pertama berada di fakultas, mahasiswa diperkenalkan bahwa keberhasilan selama kuliah bukan hanya diukur dari indeks prestasi, tetapi juga dari bagaimana pengetahuan, karakter, keterampilan, dan tanggung jawab berkembang secara bersamaan.

Setelah penandatanganan Pakta Integritas, suasana penutupan PBAK-F 2026 beralih menjadi lebih semarak melalui agenda Harmoni Humaniora. Mahasiswa menampilkan berbagai ekspresi seni dan kreativitas yang memperlihatkan keragaman potensi di lingkungan Fakultas Humaniora.

Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari tarian oleh komunitas Srikandi, penampilan musik AK Faraby, pembacaan puisi, hingga drama dan orasi. Ragam pertunjukan tersebut menghadirkan sisi lain kehidupan Humaniora yang tidak hanya bertumpu pada aktivitas akademik formal, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas.

Harmoni Humaniora sekaligus menjadi representasi kehidupan mahasiswa yang akan ditemui para peserta setelah PBAK berakhir. Di Fakultas Humaniora, mahasiswa memiliki beragam ruang untuk belajar dan bertumbuh melalui bahasa, sastra, seni, budaya, organisasi, media, teknologi, maupun aktivitas akademik lainnya.

Kemeriahan tersebut menjadi penutup rangkaian PBAK sekaligus mengantarkan mahasiswa baru menuju fase berikutnya: perkuliahan.

Jika PBAK menjadi pintu pengenalan terhadap kehidupan kampus, maka hari-hari setelahnya menjadi ruang untuk membuktikan komitmen yang telah mereka nyatakan. Mahasiswa akan mulai berhadapan dengan tanggung jawab akademik, kehidupan sosial yang lebih luas, pilihan organisasi, berbagai kesempatan pengembangan diri, serta tantangan yang membutuhkan kedewasaan dalam mengambil keputusan.

Karena itu, penandatanganan Pakta Integritas oleh mahasiswa baru menjadi simbol yang relevan untuk mengakhiri PBAK-F Humaniora 2026. Rangkaian orientasi berakhir bukan hanya dengan kemeriahan, tetapi dengan sebuah janji moral mengenai bagaimana perjalanan sebagai mahasiswa akan dijalani.

Melalui komitmen tersebut, Fakultas Humaniora berharap mahasiswa baru tumbuh menjadi insan akademik yang tidak hanya berilmu dan kompeten, tetapi juga jujur, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta memiliki integritas dalam setiap proses yang dijalani.

PBAK-F Humaniora 2026 pun berakhir dengan dua pesan yang saling melengkapi: integritas sebagai fondasi dan kreativitas sebagai ruang aktualisasi. Keduanya menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru untuk menjalani perjalanan akademik, mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan kelak membawa nilai-nilai Humaniora dalam kontribusinya kepada masyarakat. [sof/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait