HUMANIORA – (24/8/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional melalui Pelatihan Skema Pelayanan Prima atau Service Excellence. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026 tersebut diselenggarakan secara luring di Meeting Room Fakultas Humaniora lantai 2 dengan menghadirkan Rita Anggraini Rahayu, S.AB., M.AB. dari RR Consulting Indonesia sebagai narasumber.
Baca juga:
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Fakultas Humaniora Tahun 2026. Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang komunikasi profesional, pengelolaan layanan pelanggan, penanganan konflik, dan penerapan etika profesi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed. Dalam sambutannya, Galuh menegaskan pentingnya mahasiswa mengembangkan kompetensi profesional yang melengkapi kemampuan akademik yang diperoleh melalui perkuliahan.
Menurutnya, mahasiswa Humaniora memiliki modal penting berupa kecakapan bahasa, kepekaan budaya, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap karakter manusia. Namun, modal tersebut perlu diperkuat dengan keterampilan aplikatif agar dapat digunakan secara tepat dalam situasi profesional dan dunia pelayanan.
Pelatihan pelayanan prima menjadi salah satu upaya fakultas dalam mempertemukan kompetensi akademik mahasiswa dengan tuntutan nyata dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pelayanan, tetapi juga dilatih memahami kebutuhan pelanggan, membangun komunikasi yang efektif, menangani keluhan, mengelola konflik, dan menjaga etika profesi.

Galuh juga menyampaikan bahwa program pengembangan kompetensi seperti ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Humaniora untuk mempersiapkan lulusan yang adaptif, percaya diri, dan memiliki daya saing. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan studi dengan capaian akademik yang baik, tetapi juga mempunyai bukti kompetensi yang dapat memperkuat kesiapan mereka memasuki lingkungan profesional.
“Kompetensi akademik perlu berjalan beriringan dengan keterampilan profesional. Mahasiswa Humaniora harus mampu menunjukkan bahwa kemampuan bahasa, komunikasi, dan pemahaman budaya yang mereka miliki dapat diterapkan untuk memberikan layanan yang berkualitas,” ujar Galuh.
Dalam sesi pelatihan, Rita Anggraini Rahayu mengajak mahasiswa memahami bahwa pelayanan prima bukan sekadar bersikap ramah kepada pelanggan. Service excellence merupakan rangkaian kemampuan untuk mengenali kebutuhan, membangun komunikasi, memberikan solusi, serta menciptakan pengalaman positif bagi pihak yang dilayani.

Materi pertama berfokus pada pengembangan karier dan edupreneurship. Bagian ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pentingnya mengenali potensi diri, membangun sikap profesional, serta melihat keterampilan pelayanan sebagai modal yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan maupun kegiatan kewirausahaan.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi mengatur rapat atau pertemuan dan mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi. Mahasiswa diajak memahami bahwa kualitas layanan sering kali ditentukan oleh hal-hal mendasar, seperti kemampuan mendengarkan, memilih bahasa yang tepat, menyampaikan informasi secara jelas, dan merespons kebutuhan orang lain dengan sikap profesional.
Kemampuan komunikasi tersebut diperdalam melalui pembahasan mengenai komunikasi melalui telepon serta komunikasi lisan dengan kolega dan pelanggan. Dalam konteks profesional, komunikasi melalui telepon memerlukan ketepatan intonasi, kejelasan pesan, kesantunan, dan kemampuan mencatat informasi penting. Keterampilan ini menjadi semakin relevan ketika komunikasi tidak berlangsung secara tatap muka.
Sebanyak 11 mahasiswa mengikuti skema Pelayanan Prima, terdiri atas empat mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan tujuh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris. Komposisi peserta tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan pelayanan profesional relevan bagi mahasiswa dari kedua program studi.
Pelatihan ini menjadi tahap awal sebelum peserta mengikuti lanjutan pembelajaran dan rangkaian asesmen. Setelah menyelesaikan materi, praktik, post-test, dan praasesmen, peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Melalui rangkaian tersebut, Fakultas Humaniora tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi membangun proses pengembangan kompetensi yang mencakup pembelajaran, praktik, evaluasi, praasesmen, dan uji kompetensi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa.
Program tersebut sekaligus menegaskan arah pengembangan kemahasiswaan Fakultas Humaniora yang semakin berorientasi pada kesiapan karier dan kebutuhan dunia profesional. Penguatan kompetensi pelayanan prima diharapkan membantu mahasiswa menjadi lulusan yang komunikatif, adaptif, beretika, dan mampu memberikan layanan berkualitas dalam berbagai lingkungan kerja.
Dengan bekal akademik, kemampuan bahasa, pemahaman budaya, dan keterampilan pelayanan profesional, mahasiswa Humaniora diharapkan mampu memperluas pilihan karier sekaligus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. [sof/Infopub]





