MIU Login

BSA UIN Malang Gandeng UIN Palangka Raya Diskusi Implementasi Kurikulum OBE

HUMANIORA – (13/4/2026) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mematangkan transformasi akademiknya melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sharing Pemutakhiran Kurikulum: Tantangan dalam Implementasi Kurikulum Berbasis OBE” yang digelar secara daring pada Rabu (13/4/2026).

Baca juga:

FGD ini menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Palangka Raya, Dr. Nurul Wahdah, M.Pd.I, sebagai sharing partner diskusi bersama segenap tim pemutakhiran kurikulum Prodi Bahasa dan Sastra Arab tentang tantangan sekaligus strategi implementasi OBE dalam pendidikan tinggi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Prodi BSA dalam memasuki fase krusial desain kurikulum, yakni tahap perancangan sistem pembelajaran yang tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi (output), melainkan pada hasil nyata yang mampu dicapai mahasiswa setelah lulus (outcome).

Dalam pemaparannya, Dr. Nurul Wahdah menegaskan bahwa paradigma OBE menuntut perubahan cara pandang dalam pendidikan. “OBE berfokus pada apa yang dapat dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan studinya, bukan sekadar apa yang diajarkan di dalam kelas,” jelasnya.

Ia juga menguraikan sejumlah prinsip utama dalam implementasi kurikulum berbasis OBE, di antaranya kejelasan fokus capaian pembelajaran, perancangan kurikulum secara mundur dari profil lulusan, penetapan standar tinggi, serta pemberian peluang belajar yang fleksibel bagi mahasiswa. Prinsip-prinsip ini dinilai menjadi fondasi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif.

Dalam diskusi tersebut, tim kurikulum Prodi BSA juga menyoroti berbagai tantangan implementasi OBE, mulai dari penyelarasan profil lulusan dengan kebutuhan zaman, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terukur, hingga integrasi antara kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas.

Sebagai langkah strategis, Prodi BSA mulai merancang kurikulum baru yang mengarah pada tiga indikator keberhasilan, yakni output, outcome, dan impact. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat.

Penentuan profil lulusan menjadi titik awal dalam fase desain ini. Profil tersebut dirancang secara adaptif agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus tantangan global, sehingga mahasiswa memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan kompetensinya.

Melalui FGD ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang dinamis, berkualitas, dan berbasis capaian nyata, sekaligus memperkuat posisi Prodi BSA sebagai program studi yang responsif terhadap perkembangan keilmuan dan tuntutan global. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait