MIU Login

BSA Humaniora UIN Malang Dorong Penguatan Riset Kolaboratif dalam Forum ADIBASA

HUMANIORA – (27/7/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan riset kolaboratif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Forum Asosiasi Dosen Ilmu Bahasa dan Sastra Arab (ADIBASA) yang menjadi bagian dari rangkaian ADIA International Conference 2026 di Hotel Luxton Cirebon, Kamis (23/7/2026).

Forum tersebut mempertemukan para akademisi, dosen, dan pengelola Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis pengembangan keilmuan bahasa dan sastra Arab di tengah perubahan lanskap pendidikan tinggi di era global.

Baca juga :

Foto : Forum Asosiasi Dosen Ilmu Bahasa dan Sastra Arab (ADIBASA) menjadi bagian dari rangkaian ADIA International Conference 2026

Dalam forum tersebut, Sekretaris Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Moh. Zawawi, M.Pd. mengaku forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus membangun kolaborasi riset lintas perguruan tinggi.

Menurutnya, pengembangan ilmu Bahasa dan Sastra Arab saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara individual oleh masing-masing institusi. Tantangan global menuntut adanya sinergi antar akademisi agar mampu menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas, berdampak, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Forum ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat strategis. Kami tidak hanya berdiskusi mengenai kurikulum, tetapi juga membangun komitmen bersama untuk memperkuat penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, serta pengembangan keilmuan Bahasa dan Sastra Arab secara nasional,” jelasnya.

Selain membahas penguatan riset, forum konsorsium ADIBASA juga melakukan penyelarasan struktur kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Para peserta mendiskusikan penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang lebih terukur, adaptif, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dan kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Menurut Zawawi, harmonisasi kurikulum menjadi langkah penting agar lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab memiliki kompetensi yang relatif setara di berbagai perguruan tinggi, namun tetap mampu mengembangkan kekhasan masing-masing institusi.

“Melalui forum ini, kami berupaya menyusun kurikulum yang lebih terintegrasi sehingga setiap mata kuliah memiliki kesinambungan dan mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan secara utuh,” ujarnya.

Diskusi juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan integrasi antar mata kuliah dalam setiap rumpun keilmuan. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi tumpang tindih materi pembelajaran sekaligus menghadirkan proses belajar yang lebih sistematis dan berorientasi pada penguasaan kompetensi.

Forum juga menegaskan pentingnya penerapan pendekatan student-centered learning sebagai paradigma utama pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa ditempatkan sebagai subjek aktif dalam proses belajar sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah secara mandiri.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan implementasi Outcome Based Education (OBE) yang kini mulai diterapkan secara luas di berbagai perguruan tinggi, termasuk Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Lebih jauh, ADIBASA juga mendorong terbentuknya jejaring penelitian antar dosen melalui penyusunan roadmap riset bersama, kolaborasi publikasi internasional, pengembangan konferensi ilmiah, hingga pertukaran kepakaran di bidang linguistik Arab, sastra Arab, penerjemahan, pendidikan bahasa Arab, dan kajian turats.

Sebagai organisasi profesi di bawah naungan Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab Indonesia (ADIA), ADIBASA memiliki peran strategis dalam memperkuat mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat pada bidang Bahasa dan Sastra Arab. Asosiasi ini secara konsisten menjadi ruang kolaborasi akademik bagi dosen, peneliti, serta pengelola program studi dalam merumuskan berbagai kebijakan dan inovasi pengembangan keilmuan.

Partisipasi aktif Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam forum tersebut menunjukkan komitmen fakultas untuk terus memperluas jejaring akademik nasional sekaligus memperkuat budaya riset kolaboratif. Melalui sinergi antarlembaga, Fakultas Humaniora berharap mampu menghasilkan inovasi pembelajaran, publikasi ilmiah, dan kontribusi keilmuan yang semakin relevan dengan tantangan masyarakat global, sekaligus memperkuat posisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai salah satu pusat pengembangan studi Bahasa dan Sastra Arab di Indonesia. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait