MIU Login

Di hadapan Maba Humaniora, Dekanat Paparkan Layanan Terintegrasi Humaniora

HUMANIORA – (20/8/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membekali mahasiswa baru dengan pemahaman menyeluruh mengenai kurikulum, administrasi, layanan digital, fasilitas, dan kebijakan pengembangan mahasiswa dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (PBAK-F) 2026, Kamis (20/8/2026).

Baca juga:

Sosialisasi materi kefakultasan tersebut menjadi bagian penting dari proses transisi mahasiswa baru menuju kehidupan perguruan tinggi. Melalui pemaparan jajaran dekanat dan Bagian Tata Usaha, mahasiswa memperoleh peta perjalanan studi sekaligus informasi mengenai sistem pendukung yang dapat mereka manfaatkan sejak awal perkuliahan hingga menyelesaikan tugas akhir.

Materi akademik disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. H. Halimi, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa kurikulum Fakultas Humaniora dirancang secara komprehensif untuk mempertemukan landasan keilmuan, penguatan keterampilan, dan pengalaman praktis.

Foto : Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. H. Halimi, M.Pd menjelaskan bahwa kurikulum yang dipakai berbasis Outcome-Based Education (OBE)

Mahasiswa akan menempuh total beban studi 150 satuan kredit semester (SKS). Beban tersebut terbagi ke dalam kelompok mata kuliah umum, kekhasan universitas, kekhasan fakultas, kekhasan program studi, serta mata kuliah inti yang sesuai dengan bidang Bahasa dan Sastra Arab maupun Sastra Inggris.

Dr. Halimi menjelaskan bahwa satu SKS dalam pembelajaran tatap muka setara dengan 50 menit. Setiap mata kuliah pada umumnya dilaksanakan dalam 16 pertemuan selama satu semester. Mahasiswa juga terikat kontrak perkuliahan, termasuk ketentuan kehadiran minimal 80 persen sebagai syarat mengikuti proses evaluasi. Pemahaman mengenai ketentuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu mengelola studi secara disiplin sejak semester pertama. Perkuliahan di perguruan tinggi menuntut kemandirian yang lebih besar karena mahasiswa perlu menyusun rencana, memantau capaian, dan bertanggung jawab terhadap perkembangan akademiknya.

Mahasiswa baru kemudian diperkenalkan dengan mekanisme Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), Indeks Prestasi (IP), dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai peran dosen wali yang mendampingi proses perwalian setiap semester dan menjadi tempat konsultasi ketika mahasiswa menghadapi persoalan akademik. Dr. Halimi menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran tidak semata-mata mengukur penguasaan materi. Sikap dan keterlibatan mahasiswa selama mengikuti perkuliahan juga menjadi bagian dari proses penilaian. Dengan sistem tersebut, capaian akademik ditempatkan berdampingan dengan kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab.

Struktur kurikulum mencakup mata kuliah umum wajib, seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Pancasila, dan Bahasa Indonesia. Selain itu, mahasiswa mengikuti mata kuliah kefakultasan, keprodian, dan keprofesian sesuai dengan arah kompetensi masing-masing. Bidang keprofesian yang diperkenalkan mencakup pengajaran, penerjemahan, pariwisata, jurnalisme, sinematografi, dan diplomasi. Keragaman bidang tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan penguasaan bahasa dan sastra dengan kebutuhan profesional serta perubahan dunia kerja.

Pengalaman belajar mahasiswa juga diperkuat melalui praktikum, praktik kerja lapangan, dan magang. Konversi bobot kredit ke dalam jam praktik memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman aplikatif tanpa kehilangan pijakan teoretis dan nilai-nilai humaniora. Pada semester tujuh, mahasiswa akan menghadapi ujian komprehensif yang mencakup kompetensi kebahasaan, kesastraan, dan mengaji. Pada tahap akhir studi, mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk skripsi atau publikasi artikel jurnal sesuai ketentuan yang berlaku.

Layanan bimbingan dan pengelolaan ujian didukung melalui Sistem Informasi Ujian (SIUJI). Kehadiran sistem tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan akademik Fakultas Humaniora agar proses pengajuan, pelaksanaan ujian, dokumentasi, dan penyimpanan nilai dapat berjalan lebih tertata.

Foto : Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Miftahul Huda, M.Pd., Ph.D memberikan pemaparan tentang pelayanan (SIAKAD), (SIAPA), (SIMANTAPs) dan (SILADO)

Sesi berikutnya disampaikan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Miftahul Huda, M.Pd., Ph.D. Ia memperkenalkan tata kelola administrasi fakultas yang berorientasi pada transparansi, efisiensi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Mahasiswa diimbau menggunakan email institusi sebagai saluran komunikasi resmi. Penggunaan identitas digital universitas penting untuk menjaga keamanan, memastikan validitas komunikasi, serta memudahkan mahasiswa mengakses berbagai platform akademik yang telah disediakan.

Dr. Miftahul Huda kemudian memperkenalkan ekosistem sistem informasi yang mendukung kebutuhan mahasiswa. Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) digunakan untuk pemrograman KRS, mengakses KHS, memeriksa jadwal perkuliahan, dan memantau rekap kehadiran.

Sistem Informasi Arsip Persuratan Administrasi (SIAPA) mendukung pengelolaan surat dan dokumen resmi. SIUJI digunakan dalam pengelolaan ujian dan arsip nilai, sedangkan Sistem Informasi Peminjaman dan Tata Kelola Sarana dan Prasarana (SIMANTAPs) memfasilitasi reservasi ruang serta peminjaman peralatan.

Fakultas juga menyediakan Sistem Informasi Laporan dan Pengaduan Online (SILADO) sebagai saluran resmi untuk menyampaikan laporan, kebutuhan layanan, dan pengaduan. Sementara itu, transaksi keuangan akademik mahasiswa diatur melalui platform Student Finance.

Integrasi berbagai sistem tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi layanan tidak hanya dimaksudkan untuk memindahkan prosedur manual ke ruang daring. Sistem informasi digunakan untuk memperjelas alur pelayanan, membangun dokumentasi yang tertib, dan memberikan akses yang lebih efisien kepada mahasiswa.

Foto : Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed memaparkan kepada mahasiswa aktif dalam organisasi kemahasiswaan, seperti (DEMA), (SEMA), (HMPS).

Aspek pengembangan mahasiswa dipaparkan Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan nonakademik serta terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan aman.

Pola pembinaan mahasiswa diarahkan pada pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pembinaan juga meliputi penguatan spiritualitas, karakter, profesionalisme, serta pengembangan minat dan bakat.

Dr. Galuh mendorong mahasiswa aktif dalam organisasi kemahasiswaan, seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Organisasi dapat menjadi laboratorium pembelajaran untuk melatih kepemimpinan, membangun jaringan, mengelola kegiatan, dan menyelesaikan persoalan secara kolaboratif.

“Don’t just be a student,” ujarnya.

Pesan tersebut mengingatkan mahasiswa agar tidak membatasi pengalaman kuliahnya pada kegiatan di kelas. Prestasi akademik tetap menjadi tanggung jawab utama, tetapi pengalaman organisasi, penelitian, kompetisi, pengabdian, dan kolaborasi dapat melengkapi kesiapan mereka menghadapi kehidupan setelah lulus.

Foto : Kepala Bagian Tata Usaha Triasih Esti Nugraheni, SE, MM memberikan pemaparan layanan akademik, layanan umum, layanan humas dan informasi

Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Humaniora, Triasih Esti Nugraheni, SE, MM selanjutnya menjelaskan layanan operasional yang dapat diakses mahasiswa. Layanan akademik mendukung seluruh rangkaian studi, mulai dari jadwal kuliah, pemrograman mata kuliah, UTS dan UAS, transkrip, pengajuan proposal, hingga ujian skripsi.

Bagian Tata Usaha juga menyediakan layanan persuratan, keuangan, sarana dan prasarana, fasilitas ruang, serta berbagai kebutuhan administrasi umum. Dukungan tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan pembelajaran, organisasi mahasiswa, dan agenda fakultas dapat terlaksana secara tertib.

Peminjaman gedung dan ruang kuliah dilakukan melalui SIMANTAPs pada laman Fakultas Humaniora. Layanan alat laboratorium serta kebutuhan sarana dan prasarana dapat disampaikan melalui SILADO. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan ruang baca dan layanan peminjaman buku atau referensi sesuai aturan yang berlaku.

Pada bidang keuangan, layanan diberikan untuk mendukung kegiatan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dengan menyesuaikan pagu anggaran yang tersedia. Penjelasan ini sekaligus memberi pemahaman bahwa setiap program dan fasilitas dikelola melalui prosedur serta perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemaparan lintas bidang tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan studi mahasiswa didukung oleh ekosistem yang saling terhubung. Kurikulum memberi arah pembelajaran, layanan administrasi memastikan proses berjalan tertib, teknologi mempercepat akses, sedangkan kebijakan kemahasiswaan membuka ruang pengembangan diri.

Bagi mahasiswa baru, pemahaman terhadap seluruh sistem itu menjadi modal awal untuk menghindari kendala administratif dan mengambil keputusan akademik secara tepat. Mereka juga diharapkan tidak ragu berkonsultasi dan menggunakan saluran resmi ketika membutuhkan layanan atau menghadapi persoalan.

Melalui sosialisasi kefakultasan dalam PBAK-F 2026, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya membangun layanan pendidikan yang terstruktur, transparan, dan responsif. Ekosistem tersebut diharapkan membantu mahasiswa menjalani studi secara terarah sekaligus mengembangkan kompetensi, karakter, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta lingkungan global. [sof/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait