HUMANIORA – (6/8/2026) Budaya riset dan tradisi akademik yang terus dikembangkan Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuahkan prestasi membanggakan. Dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Dwi Ananda Putri dan Arina Fitriya Azhari, berhasil meraih Juara III (2nd Runner-Up) kategori Karya Tulis Ilmiah pada ADIA International Student Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab Indonesia (ADIA). Prestasi tersebut semakin mempertegas komitmen Fakultas Humaniora dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa aktif meneliti, berkarya, dan berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
Baca juga:
Keberhasilan tersebut diraih melalui kolaborasi dua mahasiswa semester tujuh Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Dwi Ananda Putri, mahasiswa asal Bukittinggi, Sumatra Barat, berkolaborasi dengan Arina Fitriya Azhari, mahasiswa asal Pamekasan, Jawa Timur, dalam menyusun karya tulis ilmiah yang dikirimkan secara daring pada 10 Juli 2026. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh dewan juri, keduanya diumumkan sebagai peraih Juara III pada 23 Juli 2026.

ADIA International Student Competition merupakan ajang akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi dalam berbagai bidang keilmuan. Pada kategori Karya Tulis Ilmiah, kompetisi diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Imam Bonjol Padang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alauddin Makassar, serta berbagai perguruan tinggi lainnya. Tingginya antusiasme peserta menjadikan kompetisi ini sebagai ruang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analisis ilmiah, dan inovasi mahasiswa dalam menyusun karya akademik yang berkualitas.
Keberhasilan mahasiswa Fakultas Humaniora meraih Juara III di tengah persaingan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang bahasa dan sastra, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan penelitian, literasi akademik, serta penyusunan karya ilmiah yang memenuhi standar kompetisi nasional. Capaian ini menjadi indikator bahwa budaya akademik yang terus dibangun di Fakultas Humaniora mampu menghasilkan mahasiswa yang adaptif, kritis, dan memiliki daya saing.


Bagi Dwi Ananda Putri, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang dijalani dengan penuh kesungguhan serta kerja sama yang solid selama penyusunan karya ilmiah.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga dan memotivasi saya untuk terus belajar serta meningkatkan kemampuan menulis dan meneliti,” ungkap Dwi.
Hal senada disampaikan Arina Fitriya Azhari. Ia mengaku tidak menyangka karya ilmiah yang disusunnya bersama Dwi mampu meraih penghargaan pada kompetisi tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa memenangkan juara ini. Jujur saya benar-benar tidak menyangka. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan berani mengikuti kompetisi ilmiah lainnya,” tuturnya.
Kolaborasi keduanya menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Proses penyusunan karya dilakukan melalui diskusi intensif, pembagian tugas yang proporsional, serta saling melengkapi kemampuan masing-masing. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama akademik mampu menghasilkan luaran ilmiah yang lebih kuat sekaligus melatih mahasiswa untuk bekerja dalam tim, sebuah kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia profesional maupun akademik.
Bagi Fakultas Humaniora, prestasi ini memiliki nilai strategis yang lebih luas daripada sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Karya tulis ilmiah merupakan salah satu wahana untuk membangun budaya berpikir ilmiah, meningkatkan kemampuan analisis, memperkuat literasi akademik, sekaligus melatih mahasiswa menyusun solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Melalui aktivitas penelitian dan penulisan ilmiah, mahasiswa dibiasakan untuk mengembangkan gagasan berbasis data dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Prestasi tersebut juga menjadi cerminan keberhasilan Fakultas Humaniora dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada proses perkuliahan di ruang kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa aktif mengikuti kompetisi akademik, menghasilkan karya ilmiah, serta memperluas jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi fakultas dalam membentuk lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kualitas lulusan perguruan tinggi, keberhasilan Dwi Ananda Putri dan Arina Fitriya Azhari menjadi inspirasi bahwa mahasiswa Humaniora mampu menunjukkan kapasitas intelektual melalui karya ilmiah yang kompetitif. Capaian ini diharapkan mendorong semakin banyak mahasiswa untuk mengembangkan budaya membaca, menulis, dan meneliti sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus aktualisasi diri di berbagai forum akademik.
Prestasi ini sekaligus menambah deretan capaian mahasiswa Fakultas Humaniora sepanjang tahun 2026 dan memperkuat posisi fakultas sebagai pusat pengembangan ilmu humaniora yang menghasilkan lulusan berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing. Melalui pembinaan akademik yang berkelanjutan, penguatan budaya riset, serta dukungan terhadap berbagai kompetisi ilmiah, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan karya yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan peradaban di tingkat nasional maupun internasional. [sof/Infopub]





