HUMANIORA – (25/5/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat budaya academic writing dan publikasi ilmiah internasional di kalangan dosen. Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penguatan publikasi artikel ilmiah internasional yang digelar pada Jumat (22/5/2026) di ruang Dekanat Fakultas Humaniora lantai 1, para dosen mendapatkan penguatan strategi menulis artikel bereputasi internasional secara komprehensif, mulai dari proses penulisan, pemilihan jurnal, hingga strategi menghadapi proses review dan publikasi.
Baca juga:
- Humaniora I-CAN 2026 Segera Dibuka, Peluang Emas Mahasiswa dan Alumni Bangun Karier Global
- Kuatkan Academic Writing, Fakultas Humaniora Dorong Dosen Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd., dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora sekaligus Ketua Rumah Jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Prof. Indah menekankan bahwa publikasi ilmiah internasional tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan keberanian untuk memulai, konsistensi dalam menulis, serta komitmen akademik yang berkelanjutan.

Menurutnya, publikasi internasional bukan sekadar tuntutan administratif dalam pengembangan karier dosen, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Karena itu, budaya menulis ilmiah perlu dibangun sebagai bagian dari tradisi akademik yang hidup di lingkungan perguruan tinggi.
“Menulis artikel ilmiah internasional membutuhkan proses panjang. Karena itu, yang paling penting adalah menjaga komitmen, terus belajar, dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Indah menjelaskan bahwa salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah adalah membangun kolaborasi akademik berbasis kepakaran. Ia mendorong para dosen untuk menulis secara kolaboratif dengan melibatkan tim yang memiliki latar belakang keilmuan berbeda sehingga artikel yang dihasilkan memiliki perspektif yang lebih kuat dan komprehensif.

Selain aspek penulisan, Prof. Indah juga menyoroti pentingnya literasi akademik dalam memilih jurnal tujuan. Menurutnya, penulis harus memahami kredibilitas jurnal internasional agar tidak terjebak pada jurnal predator yang tidak memiliki reputasi akademik yang baik. Dalam sesi tersebut, ia turut menjelaskan secara teknis mekanisme penilaian jurnal terindeks Scopus, termasuk evaluasi berkala yang dilakukan terhadap kualitas jurnal.
“Scopus melakukan penilaian secara berkala. Karena itu, dosen perlu memahami kualitas penerbit, scope jurnal, hingga sistem evaluasinya sebelum melakukan submit artikel,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Prof. Indah juga mengingatkan bahwa penolakan artikel merupakan bagian yang wajar dalam proses publikasi ilmiah. Revisi dan catatan dari reviewer, menurutnya, justru menjadi ruang pembelajaran akademik untuk meningkatkan kualitas tulisan dan memperkuat argumentasi ilmiah penulis.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan publikasi internasional, Prof. Indah memperkenalkan peran Article Publication Assistance (APA) di bawah PPI LP2M UIN Malang yang siap memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada dosen. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan academic writing, tata kelola referensi, pemilihan jurnal, pembuatan akun jurnal, proses submit artikel, revisi, hingga artikel berhasil diterbitkan.

Melalui pendampingan tersebut, Fakultas Humaniora diharapkan mampu membangun ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif. Dalam forum FGD itu pula, para dosen dibagi ke dalam beberapa tim penulisan berdasarkan bidang kepakaran masing-masing sebagai langkah awal membangun budaya riset kolaboratif dan produktif di lingkungan fakultas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan bahwa publikasi internasional menjadi salah satu prioritas strategis fakultas dalam memperkuat reputasi akademik institusi di tingkat global. Menurutnya, karya ilmiah dosen yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional tidak hanya berdampak pada pengembangan karier akademik individu, tetapi juga meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan rekognisi internasional.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang adaptif, produktif, dan berorientasi global melalui penguatan kemampuan academic writing dan publikasi ilmiah bereputasi internasional. [al/Infopub]





