
HUMANIORA – (20/8/2026) Setelah melalui rangkaian pengenalan akademik, kemahasiswaan, layanan fakultas, hingga ruang pengembangan diri, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (PBAK-F) Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026 resmi ditutup oleh Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag. Penutupan tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk
HUMANIORA – (21/8/2026) Memasuki perguruan tinggi berarti membuka ruang belajar yang jauh lebih luas daripada sekadar mengikuti perkuliahan. Pengalaman berorganisasi, membangun jejaring, mengembangkan keterampilan, hingga keberanian mencoba berbagai kesempatan dapat menjadi bekal penting menuju dunia profesional. Pesan tersebut disampaikan alumni Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Labib Bara,
CHUMPHON, Thailand — Ada sebuah momen ketika bahasa tidak lagi menjadi persoalan. Lima siswa dan mahasiswa duduk bersama, membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara perlahan, mengikuti ketukan nada, mengulang bacaan, dan sesekali harus mengulang dari awal. Mereka tidak selalu memiliki bahasa komunikasi yang sama. Namun, ketika lantunan Surah Maryam ayat 30–35 mulai
HUMANIORA – (20/8/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membekali mahasiswa baru dengan pemahaman menyeluruh mengenai kurikulum, administrasi, layanan digital, fasilitas, dan kebijakan pengembangan mahasiswa dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (PBAK-F) 2026, Kamis (20/8/2026). Baca juga: Sosialisasi materi kefakultasan tersebut menjadi bagian penting dari proses transisi
SONGKHLA, Thailand — Sebuah kamus mungkin hanya terdiri atas deretan kata dan terjemahan. Namun, bagi siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, sebuah kamus tiga bahasa yang disusun oleh mahasiswa peserta program internasional dapat menjadi jembatan untuk memahami bahasa yang selama ini tidak selalu mudah mereka kuasai. Pada 13 Agustus 2026,
SONGKHLA–YALA, Thailand— Lapangan sekolah berubah menjadi arena penuh warna. Biru, merah, hijau, dan kuning tampak memenuhi ruang kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School, Chana District, Songkhla selama lima hari, 27–31 Juli 2026. Di balik warna-warna tersebut, para siswa berlari, bermain voli, bertanding badminton, melakukan tolak peluru, hingga meneriakkan yel-yel kelompok. Bagi
SONGKHLA–YALA, Thailand — Dua jam berada di depan peserta lain mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi 14 siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, dua jam tersebut menjadi ruang untuk belajar mengatasi rasa gugup, memperbaiki pengucapan, mengatur intonasi, dan yang paling penting berani berbicara dalam bahasa Inggris di depan orang lain. Pengalaman
BANGKOK — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tidak membuat kemerdekaan terasa jauh. Hal itu dialami 13 peserta International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026 ketika mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (18/8/2026). Di tengah lingkungan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Ada pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dengan duduk di ruang kelas. Bagi Fahrizal Putra Utama (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), Balqis Cashilla Zahrani (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), dan Naisilla Natasha Putri (mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab) dalam program I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
HUMANIORA – (14/8/2026) Keberanian menguji kemampuan di luar ruang kelas kembali mengantarkan mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi. Kharisma Dewi Nur Aziza, mahasiswa semester lima Program Studi Sastra Inggris, berhasil meraih Juara II dalam ESEO 2026 (Edelweiss Science Excellence Olympiad), kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan secara