MIU Login

Penuhi Seluruh Persyaratan FIBAA, BSA Humaniora Perkuat Rekognisi Internasional

HUMANIORA – (22/9/2026) Komitmen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membangun mutu akademik berorientasi internasional kembali memperoleh pengakuan. Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) mengonfirmasi bahwa seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam prosedur akreditasi 22/148 Cluster 3 telah berhasil dipenuhi.

Read too:

Kepastian tersebut disampaikan melalui email dari Rebekka, pihak FIBAA, setelah rapat FIBAA Accreditation and Certification Committee (F-ACC) pada Jumat, 18 September 2026. Dalam pemberitahuan tersebut ditegaskan bahwa berdasarkan keputusan F-ACC, seluruh program studi yang tercakup dalam prosedur akreditasi tersebut terakreditasi untuk periode 12 Maret 2025 hingga 11 Maret 2030.

Kabar tersebut memiliki arti strategis bagi BSA Humaniora. Bukan semata karena bertambahnya rekognisi yang diperoleh program studi, tetapi karena keputusan itu mengonfirmasi pemenuhan persyaratan dalam sebuah proses penjaminan mutu eksternal berorientasi internasional.

FIBAA sendiri merupakan lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi yang berorientasi internasional. Dalam akreditasi program, FIBAA mengevaluasi antara lain tujuan dan posisi program studi, penerimaan mahasiswa, isi dan struktur kurikulum serta konsep didaktik, lingkungan akademik, hingga penjaminan dan pengembangan mutu. FIBAA juga memberikan perhatian pada aspek internasionalitas dan employability.

Email FIBAA membawa pesan penting bagi perjalanan pengembangan Arabic Language and Literature: seluruh kondisi atau persyaratan yang ditetapkan dalam prosedur akreditasi telah berhasil dipenuhi.

Dalam pemberitahuan tersebut, FIBAA menyampaikan:

“I am pleased to inform you that, during the FACC meeting on Friday September 18, 2026, it was decided that all conditions imposed within the accreditation procedure 22/148 Cl. 3 have been successfully fulfilled.”

Keputusan itu kemudian menjadi dasar penetapan periode akreditasi program studi yang tercakup dalam Cluster 3, yakni mulai 12 Maret 2025 hingga 11 Maret 2030.

Secara kelembagaan, pemenuhan seluruh persyaratan tersebut menjadi penting karena proses akreditasi internasional tidak berhenti pada penyediaan dokumen. FIBAA menjelaskan bahwa prosedur akreditasi program mencakup laporan evaluasi diri, penilaian oleh panel ahli, site visit, penyusunan laporan asesmen, hingga keputusan akhir oleh F-ACC.

Dengan demikian, hasil yang diterima BSA perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan mutu akademik.

Bagi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, capaian ini memiliki relevansi langsung dengan arah pengembangan program studi. BSA Humaniora menetapkan visi keilmuan sebagai program studi yang unggul dan bereputasi internasional dalam mengembangkan integrasi keilmuan bahasa dan sastra Arab dengan nilai-nilai Islam.

Karena itu, rekognisi internasional bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan bagaimana visi tersebut diterjemahkan ke dalam tata kelola akademik, pembelajaran, kurikulum, pengembangan mahasiswa, penjaminan mutu, dan berbagai proses yang mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Akreditasi internasional memberikan perspektif eksternal terhadap proses tersebut. Pada saat yang sama, hasil FIBAA dapat menjadi pijakan untuk terus memperluas orientasi internasional BSA. Pengakuan mutu dapat mendukung terbukanya ruang yang lebih besar bagi kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, mobilitas, serta pengembangan jejaring dengan mitra dari lingkungan akademik yang lebih luas.

Kabar dari FIBAA juga menambah babak penting dalam perjalanan panjang penjaminan mutu BSA.

Data resmi Faculty of Humanities menunjukkan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab berhasil mempertahankan Akreditasi A selama empat periode berturut-turut, yakni pada 2007, 2013, 2018, dan 2023. Pada 2024, BSA kemudian memperoleh Akreditasi Unggul berdasarkan SK BAN-PT Nomor 6962/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/XII/2024.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan mutu BSA berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam konteks ini, hasil FIBAA tidak perlu dibaca sebagai titik akhir. Justru pengakuan tersebut memperluas tanggung jawab program studi untuk memastikan kualitas yang telah dinilai dapat terus hidup dalam proses pendidikan sehari-hari.

Akreditasi pada akhirnya memperoleh makna ketika mahasiswa merasakan pembelajaran yang berkualitas, dosen memiliki ekosistem yang mendukung pengembangan akademik, kurikulum tetap relevan, dan program studi memiliki mekanisme evaluasi serta perbaikan yang berjalan secara konsisten.

Salah satu aspek penting dalam pendekatan FIBAA adalah perhatian terhadap relevansi program dengan masa depan mahasiswa. Dalam prosedur akreditasi program, FIBAA secara eksplisit memberikan perhatian pada internationality, employability, and economic relevance selain aspek akademik dan penjaminan mutu.

Aspek tersebut memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan lulusan BSA Humaniora. Profil resmi program studi menyebut lulusan BSA dikembangkan agar memiliki keahlian bahasa dan sastra Arab yang terintegrasi dengan nilai Islam serta keterampilan komunikasi, inovasi, dan analisis. Kompetensi tersebut diarahkan pada berbagai bidang, termasuk penerjemahan, pemanduan wisata, jurnalistik, perfilman, diplomasi, dan pengajaran.

Dengan demikian, penguatan mutu tidak hanya berkaitan dengan apa yang terjadi selama mahasiswa berada di kampus. Kualitas pendidikan juga perlu terhubung dengan kemampuan lulusan untuk membawa kompetensinya ke masyarakat dan dunia profesional.

Dalam emailnya, FIBAA tidak hanya menyampaikan hasil keputusan. Rebekka juga menyampaikan ucapan selamat atas hasil positif tersebut sekaligus apresiasi terhadap kerja sama selama proses akreditasi.

“On behalf of FIBAA, I would like to congratulate you and your colleagues on this positive outcome and thank you for the constructive cooperation throughout the accreditation process.”

Pernyataan mengenai “constructive cooperation” penting karena penjaminan mutu pada dasarnya memang merupakan kerja kolektif.

Proses akreditasi membutuhkan keterlibatan program studi, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, unit penjaminan mutu, mahasiswa, serta unsur-unsur pendukung lainnya. Dokumen dapat disiapkan oleh sebuah tim, tetapi kualitas akademik yang dinilai dibentuk oleh ekosistem yang lebih luas. Karena itu, keputusan FIBAA juga dapat dibaca sebagai momentum untuk menguatkan budaya mutu di lingkungan Humaniora.

Bagi Faculty of Humanities, rekognisi BSA juga berkontribusi pada agenda internasionalisasi yang lebih luas. Internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan luar negeri atau kehadiran mitra internasional. Fondasi yang sama pentingnya adalah memastikan program akademik memiliki sistem mutu yang dapat dibaca dan dievaluasi melalui kerangka internasional.

FIBAA menyebut dirinya sebagai lembaga penjaminan mutu Eropa yang berorientasi internasional dan bekerja berdasarkan European Standards and Guidelines for Quality Assurance in the European Higher Education Area.

Dalam konteks itulah hasil akreditasi memiliki nilai strategis: Arabic Language and Literature memperoleh rekognisi eksternal sekaligus titik referensi untuk terus mengembangkan kualitasnya dalam lingkungan pendidikan tinggi yang semakin global.

Namun, status akreditasi bukan alasan untuk berhenti melakukan perbaikan. Periode hingga 11 Maret 2030 justru menjadi ruang untuk menjaga konsistensi, mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat kompetensi lulusan, memperluas jejaring akademik, serta memastikan budaya mutu terus hadir dalam pengalaman mahasiswa.

Bagi BSA Humaniora, pesan dari FIBAA pada akhirnya membawa dua makna sekaligus: pengakuan atas proses yang telah dijalankan dan tanggung jawab untuk menjaga kualitas pada perjalanan berikutnya.

Dari konsistensi akreditasi nasional hingga rekognisi melalui FIBAA, BSA terus memperkuat pijakan untuk mewujudkan orientasinya sebagai program studi bahasa dan sastra Arab yang unggul, integratif, dan bereputasi internasional. [sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait