MIU Login

Kupas Narrative Inquiry, Dosen Humaniora Perkuat Tradisi Penelitian Kualitatif

HUMANIORA – (24/6/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Almuslim (UMUSLIM) dan Community Resilience Aceh menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dan transformasi pendidikan melalui kontribusi akademik pada kegiatan Pelatihan Metode Penelitian Narrative Inquiry yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026.

Read too:

Pelatihan menghadirkan dua akademisi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber, yakni Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed. serta dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Dr. Ulil Fitriyah, M.Pd., M.Ed. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya berbagi praktik baik dan penguatan kapasitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Galuh Nur Rohmah menjelaskan pentingnya penguasaan metode penelitian yang relevan dengan perkembangan kajian sosial dan humaniora. Menurutnya, pendekatan Narrative Inquiry memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami pengalaman manusia secara lebih mendalam melalui cerita, pengalaman hidup, dan konstruksi makna yang dibangun individu maupun kelompok.

“Melalui penguasaan metode penelitian yang tepat, mahasiswa dapat mengoptimalkan potensi penelitian yang dimilikinya sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berdampak,” ungkap Dr. Galuh.

Ia juga menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan saat ini menuntut peneliti untuk tidak hanya menguasai teknik pengumpulan data, tetapi juga mampu melakukan interpretasi yang mendalam terhadap fenomena sosial yang diteliti. Oleh karena itu, pemahaman mengenai Narrative Inquiry menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa dan peneliti di bidang ilmu sosial, pendidikan, maupun humaniora.

Sementara itu, Dr. Ulil Fitriyah mengulas secara komprehensif mengenai perbedaan dan keterkaitan Metode Penelitian Narrative Inquiry. Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut berperan penting dalam penelitian kualitatif yang berorientasi pada pengalaman dan cerita manusia.

Menurutnya, kemampuan melakukan analisis naratif secara tepat akan membantu peneliti menghasilkan temuan yang lebih kaya dan kontekstual. Tidak hanya berkontribusi pada kualitas penelitian, proses tersebut juga membentuk karakter akademik yang kuat dalam menghadapi tantangan penelitian.

“Penelitian tidak hanya membutuhkan kemampuan metodologis, tetapi juga membentuk mental yang tangguh bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan selama proses penelitian berlangsung,” jelas Dr. Ulil.

Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi interaktif berkembang seputar penerapan metode Narrative Inquiry dalam berbagai bidang kajian, mulai dari pendidikan, komunikasi, budaya, hingga studi sosial. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk mendalami teknik analisis data naratif serta strategi penyusunan desain penelitian yang efektif.

Ketua pelaksana dan penanggung jawab kegiatan pelatihan, Yenni Rosana, M.A. Pol. Sci. (IRCP), M.A. Int. Com. Dev., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah memberikan pemaparan secara detail, sistematis, dan aplikatif terkait metode penelitian Narrative Inquiry. Materi pelatihan tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan contoh penelitian, praktik analisis, serta pembahasan tugas secara mendalam sehingga peserta dapat memahami penerapan metode tersebut secara lebih komprehensif.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan juga terlihat dari hasil kuisioner evaluasi yang diisi peserta kepada panitia pelaksana. Mayoritas peserta memberikan respons yang sangat positif dan berharap kegiatan pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperluas akses pengetahuan dan memperkuat budaya akademik lintas institusi. Melalui keterlibatan aktif dosen dan pimpinan fakultas dalam berbagai forum ilmiah, Humaniora terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Pelaksanaan Pelatihan Metode Penelitian Narrative Inquiry ini menjadi salah satu bentuk realisasi kerja sama akademik yang telah terjalin antara Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Almuslim, dan Community Resilience Aceh. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antarinstitusi, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas penelitian, serta diseminasi keilmuan yang responsif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, ketiga institusi berupaya menciptakan ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Lebih dari sekadar pelatihan metodologi, kegiatan ini mencerminkan komitmen Fakultas Humaniora dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong lahirnya penelitian berkualitas, inovatif, dan relevan dengan berbagai persoalan masyarakat kontemporer. Pendekatan-pendekatan metodologis yang berkembang dalam kajian humaniora terus diperkenalkan dan disebarluaskan agar mampu memperkaya perspektif akademik para mahasiswa dan peneliti.

Sebagai fakultas yang berkomitmen pada penguatan tradisi ilmiah dan transformasi pendidikan, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan terus mendorong kolaborasi akademik, pengembangan kapasitas riset, serta diseminasi keilmuan kepada berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini sejalan dengan upaya fakultas dalam memperkuat reputasi akademik, menghasilkan lulusan yang kompetitif, serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban melalui riset yang berkualitas dan berdampak. [sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait