HUMANIORA – (23/7/2026) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tingkat nasional. Dalam ajang ADIA Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan ADIA International Conference 2026 di Hotel Luxton Cirebon, Kamis (23/7/2026), Faculty of Humanities berhasil meraih Scientific Excellence Award pada kategori Excellence in Adab-Based Curriculum Innovation.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Faculty of Humanities dalam mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang mengintegrasikan nilai-nilai adab, keislaman, transformasi digital, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Baca juga :

ADIA Excellence Awards sendiri merupakan program apresiasi yang diinisiasi Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab Indonesia untuk memetakan sekaligus mengapresiasi berbagai praktik terbaik fakultas-fakultas adab dan humaniora di Indonesia. Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari inovasi kurikulum, pengembangan riset, tata kelola kelembagaan, transformasi digital, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan identitas keilmuan.

ADIA Excellence Awards disusun berdasarkan lima rumpun penghargaan utama, yaitu Scientific Excellence Award, Innovation and Renewal Award, Community Engagement Award, Institutional Governance Award, serta Scholarly Identity Award. Kelima kategori tersebut mencerminkan dimensi penting dalam pengembangan ilmu-ilmu adab yang meliputi aspek akademik, inovasi, kelembagaan, pengabdian, hingga penguatan identitas keilmuan.
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Jendral Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab Indonesia (ADIA), Dr. Ahmad Zubair. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi kurikulum yang dikembangkan Humaniora memperoleh apresiasi dari komunitas akademik nasional sebagai salah satu praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis ilmu-ilmu adab.
Transformasi kurikulum yang dilakukan Faculty of Humanities merupakan bagian dari strategi besar untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri global.
Melalui implementasi Outcome Based Education (OBE), seluruh proses pembelajaran dirancang dengan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL). Pendekatan ini memastikan setiap mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen saling terintegrasi dalam membentuk kompetensi mahasiswa sesuai profil lulusan yang telah ditetapkan.
Selain memperkuat kompetensi inti di bidang bahasa, sastra, dan budaya, Faculty of Humanities juga menghadirkan berbagai mata kuliah inovatif yang mencerminkan identitas keilmuan fakultas. Di antaranya Islam dan Kebudayaan, Humaniora Digital dan Literasi Kecerdasan Buatan, serta Kewirausahaan dan Industri Kreatif yang dirancang untuk menjawab tantangan era digital sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Dekan Bidang Akademik Faculty of Humanities, Dr. Halimi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Humaniora. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam melakukan transformasi pendidikan yang berorientasi pada mutu.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas ikhtiar bersama seluruh dosen dan pimpinan Humaniora dalam membangun kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan identitas keilmuan adab dan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak lagi sekadar memenuhi tuntutan regulasi, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, dunia industri, perkembangan teknologi, dan tantangan global.
“Kami ingin lulusan Humaniora tidak hanya unggul dalam penguasaan bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, jiwa kewirausahaan, serta karakter adab yang kuat. Itulah yang menjadi roh utama pengembangan kurikulum berbasis OBE di Fakultas Humaniora,” tambahnya.
Halimi menilai penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Faculty of Humanities untuk terus melakukan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan. Menurutnya, transformasi kurikulum merupakan proses dinamis yang harus selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Ia juga menegaskan bahwa implementasi kurikulum OBE akan terus diperkuat melalui peningkatan kualitas Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengembangan asesmen autentik, kolaborasi dengan mitra industri dan internasional, serta penguatan pengalaman belajar mahasiswa melalui program MBKM, sertifikasi kompetensi, hingga mobilitas internasional.
Lebih jauh, penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan di Faculty of Humanities tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat internal, tetapi juga memperoleh pengakuan dari komunitas akademik nasional. Hal tersebut semakin memperkuat posisi Faculty of Humanities sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu-ilmu adab yang adaptif terhadap transformasi digital dan tantangan global.
Bagi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pendidikan humaniora yang inovatif, relevan, dan berdaya saing global. Melalui kurikulum berbasis adab, fakultas berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan peradaban. [al/Infopub]





