MIU Login

Humaniora Terima Kunjungan Studi Ekskursi SMK Al-Ikhlas, Perkenalkan Ekosistem Akademik Perguruan Tinggi

HUMANIORA – (16/4/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi destinasi kunjungan akademik bagi lembaga pendidikan menengah. Kali ini, sivitas SMK Al-Ikhlas Pende Banjarharjo hadir dalam kegiatan studi ekskursi sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan siswa mengenai dunia perkuliahan, sistem pembelajaran di perguruan tinggi, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era modern yang terus berkembang (15/4).

Read too:

Sebanyak 71 siswa yang didampingi oleh 16 guru disambut secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang AUPK Fakultas Humaniora, Miftahul Huda, Ph.D., di ruang teater lantai 3 Kampus 1. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan keterbukaan Fakultas Humaniora dalam membangun hubungan edukatif dengan institusi pendidikan tingkat menengah. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang sebagai ruang dialog inspiratif antara dunia sekolah dan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Miftahul Huda menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus menekankan pentingnya membangun sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini tidak lagi berada dalam ruang kompetisi semata, melainkan bergerak menuju ekosistem kolaboratif yang saling menguatkan. “Dunia saat ini bukan lagi berkompetisi, tetapi berkolaborasi,” ungkapnya, menegaskan pergeseran paradigma pendidikan di tengah era disrupsi dan industri 4.0.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan menuntut pendekatan yang lebih multidisipliner dan adaptif. Lulusan tidak cukup hanya menguasai satu bidang ilmu, melainkan perlu memiliki kemampuan lintas disiplin yang terintegrasi dengan perkembangan sains dan teknologi. Dalam konteks ini, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dinilai menjadi model yang relevan karena menawarkan fleksibilitas pembelajaran sekaligus mendorong inovasi dalam proses akademik.

Sejalan dengan itu, pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri juga menjadi sorotan utama. Konsep link and match dihadirkan sebagai strategi untuk memastikan kurikulum selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Selain penguatan hard skill, pengembangan soft skill seperti kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi juga menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang siap bersaing di tingkat global. Tidak kalah penting, digitalisasi dan kolaborasi lintas negara turut membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengakses pengalaman belajar yang lebih luas dan inklusif.

Sebagai penguatan perspektif praktis, Fakultas Humaniora turut menghadirkan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yaitu PT Arkatama Multi Solusindo. CEO Arkatama, Ahsanun Naseh Khudori, M.Kom., dalam pemaparannya menegaskan bahwa keterlibatan industri dalam pendidikan tinggi merupakan kunci dalam menciptakan lulusan yang adaptif dan relevan. Ia menjelaskan bahwa implementasi MBKM memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata melalui magang, proyek kolaboratif, hingga keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran.

Dengan demikian, kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah masa depan pendidikan. Para siswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana perguruan tinggi membangun ekosistem pembelajaran yang dinamis, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan zaman.

Melalui kegiatan studi ekskursi ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran yang inklusif dan responsif. Tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun jejaring pendidikan lintas jenjang yang saling menguatkan menuju generasi yang siap menghadapi tantangan global. [al/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait