HUMANIORA – (11/5/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mempertegas komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif di dunia kerja melalui kolaborasi strategis bersama dunia industri. Bersinergi dengan Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya Malang, dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora, Whida Rositama, M.Hum., CT., menggelar Pelatihan dan Sertifikasi bidang Table Manner, Hotel Structure, dan Personal Growth di Ijen Suites Resort & Convention Malang, Sabtu (9/5/2026).
Read too:
- Kolaborasi Lintas Fakultas, Mahasiswa Humaniora Sabet Emas Lomba Announcer Tingkat Nasional
- Humaniora Gelar FGD Bersama Mitra Profesional dan Praktisi, Perkuat Link and Match Dunia Akademik dan Industri
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa penguatan kompetensi mahasiswa Humaniora tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga diarahkan pada keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan industri global, khususnya sektor hospitality dan pelayanan. Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen tampak antusias mengikuti pelatihan intensif yang memadukan teori, praktik, serta simulasi langsung dunia perhotelan.

Pelatihan menghadirkan sejumlah praktisi berpengalaman, di antaranya Imam Wahyudi sebagai Instructure Table Manner serta Rudianto, S.Tr., Par., M.M. sebagai pakar Hotel Structure and Personal Development. Kehadiran para praktisi ini memperkaya wawasan peserta tentang standar profesionalisme industri hospitality yang menuntut kemampuan komunikasi, etika pelayanan, dan pengembangan diri secara berkelanjutan.
Sebagai akademisi sekaligus pengampu mata kuliah Hotel Management and Hospitality, Whida menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan realitas industri kerja yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa Humaniora perlu dibekali keterampilan praktis agar mampu bersaing secara profesional di berbagai sektor.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan dunia kerja. Hospitality bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga tentang etika, komunikasi interpersonal, dan kemampuan membangun kesan profesional,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kompetensi lintas disiplin menjadi kebutuhan penting di era global saat ini. Mahasiswa Humaniora, menurutnya, memiliki peluang besar untuk berkembang di sektor industri kreatif, pariwisata, pelayanan publik, hingga hospitality apabila dibarengi dengan keterampilan pendukung yang memadai.


Sementara itu, Direktur BPLP Brawijaya Malang, Mira Suhartanti, yang turut menyampaikan materi Personal Growth, dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya sertifikasi keterampilan sebagai nilai tambah bagi lulusan perguruan tinggi. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang Human Resource Development (HRD), ia menilai bahwa ijazah akademik saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan kerja.
“Mahasiswa harus memiliki sertifikat keterampilan, pengalaman organisasi, dan kemampuan praktis lainnya. Sertifikasi seperti ini dapat menjadi bukti kompetensi yang membantu meyakinkan HR di dunia usaha dan dunia industri,” tegasnya.
Menurutnya, industri hospitality saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan etika profesional yang kuat. Karena itu, pelatihan berbasis praktik menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesiapan kerja generasi muda.

Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga profesional seperti BPLP merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.
“Fakultas Humaniora terus mendorong inovasi pembelajaran yang kolaboratif dan berbasis kebutuhan industri. Mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga perlu memiliki soft skills, etika profesional, serta kemampuan komunikasi yang baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Faisol berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan jejaring kerja sama antara kampus dan dunia profesional. Menurutnya, pengalaman langsung melalui pelatihan dan sertifikasi akan menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja global yang semakin kompetitif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora kembali menunjukkan transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan kompetensi praktis dan karakter profesional mahasiswa. Kolaborasi dengan BPLP Brawijaya Malang menjadi langkah konkret dalam menciptakan lulusan Humaniora yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. [al/Infopub]





