HUMANIORA – (7/5/2026) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan Program Promosi Sarjana sebagai ruang akademik yang tidak hanya menampilkan capaian ilmiah mahasiswa, tetapi juga menjadi arena refleksi intelektual. Kegiatan yang digelar pada Rabu (6/5/2026) di Ruang Teater Fakultas Humaniora ini diikuti ratusan mahasiswa dan dosen, serta menghadirkan presentasi karya ilmiah dari para lulusan yang telah berhasil menembus jurnal bereputasi.
Read too:
- Promosi Sarjana BSA: Transformasi Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
- Mahasiswa BSA Humaniora Sabet Juara 2 Munadzarah Ilmiah di Ajang MUNAYA
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa pengalaman merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas dan kompetensi diri mahasiswa. Ia menekankan bahwa proses belajar tidak hanya bersumber dari pengalaman pribadi, tetapi juga dari pengalaman orang lain yang dapat dipelajari, direfleksikan, dan diinternalisasi.
“Forum ini adalah ruang kita belajar dari pengalaman orang lain untuk kita. Hidup kita berangkat dari pengalaman diri sendiri dan pengalaman orang lain. Di situlah yang disebut sebagai mozaic of experience,” ungkapnya.
Konsep mozaic of experience yang disampaikan Dekan merujuk pada pentingnya melihat kehidupan sebagai rangkaian pengalaman yang saling terhubung. Dalam perspektif ini, pengalaman personal (intra-experience) dan pengalaman sosial (inter-experience) menjadi dua unsur yang membentuk cara berpikir, sikap, dan kemampuan seseorang dalam merespons berbagai tantangan. Gagasan ini sejalan dengan pemikiran Julia Kristeva yang memandang bahwa makna terbentuk melalui relasi dan interaksi yang dinamis.

Dalam konteks akademik, Promosi Sarjana menjadi representasi nyata dari mozaik pengalaman tersebut. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil risetnya, tetapi juga berbagi perjalanan intelektual—mulai dari proses pencarian ide, dinamika penelitian, hingga keberhasilan publikasi ilmiah. Forum ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran kolektif yang memperkaya perspektif peserta dan mendorong kesadaran bahwa setiap pengalaman memiliki nilai pembelajaran.
Dekan juga menyoroti bahwa kesadaran terhadap pengalaman akan membentuk self-awareness yang kuat. Mahasiswa didorong untuk mampu mengenali pola berpikir, emosi, serta kekuatan dan kelemahan diri melalui refleksi atas pengalaman yang dimiliki. Selain itu, pengalaman juga menjadi pendorong utama pembelajaran berkelanjutan (continuous learning), di mana setiap proses yang dilalui dipandang sebagai bagian penting dalam pengembangan diri.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kemampuan mengolah pengalaman akan melahirkan cara berpikir yang lebih kreatif dan kritis. Mahasiswa dilatih untuk menghubungkan berbagai pengalaman menjadi solusi dan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Hidup tanpa pengalaman masa lalu berarti kita tidak pernah benar-benar hidup di bumi. Itulah yang disebut ahistoris,” tegasnya, mengingatkan pentingnya dimensi historis dalam membangun pemahaman keilmuan yang utuh.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan apresiasi kepada Program Studi BSA dan seluruh dosen yang telah membimbing mahasiswa hingga mampu mencapai publikasi ilmiah. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari ekosistem akademik yang kolaboratif dan produktif.
“Selamat, hari ini Anda berada di tengah-tengah pengalaman orang-orang yang kreatif. Ini adalah ruang belajar yang sangat berharga,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Promosi Sarjana tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga ruang transformasi intelektual yang menegaskan pentingnya belajar dari pengalaman. Fakultas Humaniora pun kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi akademik yang reflektif, adaptif, dan mampu mengambil makna dari setiap proses yang dijalani.
Di akhir sambutannya, Dekan berharap para lulusan dapat terus mengembangkan pengalaman akademiknya dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. “Semoga diberi kemudahan dalam belajar dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tutupnya. [al/Infopub]





