MIU Login

Bersaing dengan Puluhan Peserta Internasional, Mahasiswa Humaniora UIN Malang Raih Juara Medali Perak dalam Lomba Baca Puisi

HUMANIORA – (3/8/2026) Kemampuan mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghidupkan karya sastra di panggung internasional kembali memperoleh pengakuan. Nasruddin Rafa’i, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) semester empat asal Magetan, Jawa Timur, berhasil meraih Juara 2 cabang Baca Puisi pada ADIA International Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Budaya dan Adab (ADIA) pada 22–25 Juli 2026.

Read too:

Prestasi tersebut menegaskan bahwa mahasiswa Faculty of Humanities tidak hanya unggul dalam penguasaan teori bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki kemampuan artistik dalam mengapresiasi, menginterpretasikan, dan menampilkan karya sastra di panggung kompetisi internasional. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran sastra di Faculty of Humanities mampu melahirkan mahasiswa yang piawai memadukan kekuatan bahasa, ekspresi, estetika, dan kepercayaan diri dalam sebuah pertunjukan seni.

Foto : Certificate of Achievement

ADIA International Festival merupakan ajang akademik dan budaya berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkompetisi dalam bidang bahasa, sastra, budaya, dan media kreatif. Festival ini dirancang sebagai ruang pengembangan talenta mahasiswa melalui kompetisi yang mengedepankan kreativitas, kemampuan komunikasi lintas bahasa, apresiasi budaya, serta jejaring akademik internasional.

Keberhasilan Nasruddin menjadi representasi kualitas pembinaan di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi linguistik dan kajian sastra, tetapi juga mengembangkan kemampuan performatif dalam menyampaikan karya sastra secara komunikatif, ekspresif, dan bernilai artistik. Melalui pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik, mahasiswa didorong untuk mampu menghadirkan sastra sebagai media komunikasi budaya yang hidup dan relevan di ruang publik.

Dalam cabang Baca Puisi, peserta tidak hanya dituntut memiliki penguasaan teks, tetapi juga kemampuan mengolah vokal, intonasi, artikulasi, penghayatan, serta ekspresi panggung yang mampu menyampaikan makna karya kepada audiens. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dari keterampilan seni sastra yang terus dikembangkan di Faculty of Humanities sebagai bekal mahasiswa menghadapi berbagai forum akademik maupun kebudayaan di tingkat nasional dan internasional.

Nasruddin mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kompetisi tersebut. Menurutnya, ADIA International Festival menghadirkan pengalaman yang berbeda karena memadukan penggunaan bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris dalam satu rangkaian kegiatan sehingga memberikan tantangan sekaligus pengalaman belajar yang sangat berharga.

“Sangat keren dan seru, karena lombanya menggunakan bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris yang dipadukan menjadi satu. Ada sekitar 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini, sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkap Nasruddin.

Pengalaman tersebut semakin memperkaya kemampuan artistik dan komunikasi lintas budaya yang dimiliki mahasiswa. Selain mengasah teknik penampilan sastra, kompetisi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta memperkuat kepercayaan diri ketika tampil bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Bagi Faculty of Humanities, capaian ini menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa dalam bidang seni sastra lahir dari ekosistem pembelajaran yang memberi ruang luas bagi pengembangan bakat, kreativitas, dan ekspresi budaya. Berbagai kegiatan akademik, pembinaan prestasi, serta partisipasi dalam kompetisi menjadi bagian dari strategi fakultas dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga unggul dalam bidang seni dan kebudayaan.

Keberhasilan Nasruddin sekaligus mempertegas posisi Faculty of Humanities sebagai ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang mampu mengangkat nilai-nilai sastra melalui penampilan yang berkualitas. Penguasaan bahasa yang berpadu dengan sensitivitas artistik menjadi keunggulan khas mahasiswa Humaniora dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin menghargai kreativitas, komunikasi, dan diplomasi budaya.

Lebih dari sekadar raihan juara, prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi di bidang seni sastra dan berani tampil membawa nama institusi pada berbagai ajang nasional maupun internasional. Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan talenta mahasiswa agar mampu menjadi duta budaya yang kreatif, berprestasi, dan berdaya saing global melalui kekuatan bahasa, sastra, dan seni pertunjukan. [sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait