HUMANIORA – (13/8/2026) Menyambut Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus kedatangan sekitar 400 mahasiswa baru, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mematangkan kesiapan akademik, layanan, lingkungan kampus, hingga program pengembangan mahasiswa. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam Rapat Koordinasi Awal Perkuliahan yang digelar di Meeting Room Lantai 1 Fakultas Humaniora Kampus 3, Rabu (12/8/2026).
Baca juga:
- Tingkatkan Mutu Akademik, Humaniora Libatkan Mahasiswa dalam Evaluasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Selain menjadi forum konsolidasi menjelang dimulainya perkuliahan, rapat yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekanat, ketua program studi, dan seluruh dosen tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai program fakultas. Tiga bidang di jajaran dekanat menyampaikan sejumlah agenda strategis, mulai dari implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas layanan akademik, budaya Green Campus, hingga penguatan prestasi dan internasionalisasi mahasiswa.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, M.Pd., menempatkan kesiapan pembelajaran sebagai perhatian utama. Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi seluruh tahapan dalam kalender akademik, mulai dari pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pelaksanaan perkuliahan, Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), entry nilai, hingga penerbitan Kartu Hasil Studi (KHS).

Menurutnya, ketepatan setiap tahapan tersebut menentukan kualitas layanan akademik yang diterima mahasiswa. Karena itu, kesiapan semester tidak hanya berkaitan dengan jadwal dan ruang kuliah, tetapi juga kesiapan dosen melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kontrak kuliah, serta pemanfaatan LMS atau Smart Learning dalam mendukung proses pembelajaran.
Perhatian terhadap kualitas pembelajaran juga merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi bersama mahasiswa. Sejumlah aspek seperti disiplin mengajar, metode pembelajaran, pemberian umpan balik, dan komunikasi antara dosen dengan mahasiswa perlu terus diperkuat agar proses pendidikan semakin responsif terhadap kebutuhan pembelajar.
Dr. Halimi secara khusus meminta dosen memberikan perhatian terhadap mahasiswa yang berada dalam bimbingan akademiknya. Menurutnya, pendampingan yang baik dapat membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai persoalan akademik sejak dini sekaligus menjaga progres studinya.

“Kita berharap dosen dapat memberikan pelayanan akademik yang optimal kepada mahasiswa bimbingannya, sehingga mereka dapat terlayani dengan baik, memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan akademik, dan pada akhirnya dapat menyelesaikan studi tepat waktu,” pesannya.
Penguatan layanan tersebut juga mencakup pengelolaan tugas akhir melalui SiUjiKu, proses bimbingan, pelaksanaan ujian, yudisium, hingga monitoring perkembangan studi mahasiswa. Dengan sistem yang terintegrasi dan pendampingan yang responsif, proses akademik diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan mudah ditelusuri.

Salah satu agenda penting pada Semester Ganjil 2026/2027 adalah implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dr. Halimi menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum tersebut telah dikerjakan secara intensif oleh tim Fakultas Humaniora selama kurang lebih satu tahun terakhir dan kini siap memasuki tahap implementasi.
Kurikulum OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai orientasi utama proses pendidikan. Karena itu, implementasinya membutuhkan keterhubungan yang jelas antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), mata kuliah, RPS, strategi pembelajaran, hingga asesmen. Kesiapan dosen menjadi faktor penting agar rancangan kurikulum tersebut benar-benar hadir dalam pengalaman belajar mahasiswa.
Pada saat yang sama, bidang akademik juga mendorong peningkatan produktivitas dosen melalui sejumlah program prioritas, seperti IKI, publikasi ilmiah, mobilitas akademik, penyusunan buku ajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dr. Halimi turut menekankan pentingnya kepemilikan Scopus Author ID bagi dosen sebagai bagian dari penguatan rekam jejak publikasi dan indikator kinerja fakultas. Identitas tersebut memungkinkan publikasi seorang akademisi terhubung dalam basis data ilmiah internasional dan membantu keterlacakan rekam jejak publikasinya.
Berbagai kesiapan tersebut semakin penting karena Fakultas Humaniora akan menyambut sekitar 400 mahasiswa baru pada tahun akademik ini.
“Kita akan kedatangan sekitar 400 mahasiswa. Mari kita sambut dengan semangat dan harapan baru,” ajak Dr. Halimi.
Kesiapan semester baru tidak hanya menyangkut pembelajaran. Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Miftahul Huda, Ph.D., menekankan pentingnya membangun budaya baru seiring aktivitas akademik Fakultas Humaniora di Kampus 3.
Ia menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa baru Fakultas Humaniora pada tahun akademik ini akan tinggal di Ma’had Kampus 3. Kondisi tersebut menjadikan kawasan kampus sebagai ruang yang semakin terintegrasi antara kehidupan akademik dan pembentukan lingkungan belajar mahasiswa.
Karena itu, Miftahul Huda mengajak seluruh sivitas akademika membangun kebiasaan bersama dalam menjaga ketertiban, kebersihan, kerapian, serta penggunaan energi secara bertanggung jawab. Kebiasaan sederhana seperti memastikan ruang kelas tetap bersih dan rapi serta mematikan lampu dan perangkat elektronik ketika tidak digunakan menjadi bagian dari budaya yang perlu ditumbuhkan bersama.
Budaya tersebut sekaligus mendukung orientasi Green Campus melalui praktik keseharian yang konkret. Kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai gagasan kelembagaan, tetapi diterjemahkan menjadi perilaku seluruh warga kampus dalam menggunakan dan merawat fasilitas. Untuk mendukung kenyamanan mahasiswa, Fakultas Humaniora juga menyiapkan open space sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, berinteraksi, dan mengembangkan aktivitas akademik. Kehadiran ruang tersebut diharapkan membangun atmosfer kampus yang lebih terbuka dan mendukung tumbuhnya interaksi intelektual di luar ruang kelas.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed., mengarahkan perhatian dosen pada pengembangan mahasiswa di luar capaian akademik reguler. Menurutnya, terdapat sejumlah target strategis bidang kemahasiswaan yang membutuhkan dukungan seluruh dosen.
Prestasi dan penelitian mahasiswa menjadi salah satu prioritas. Mahasiswa perlu memperoleh ruang, dukungan, dan pembimbingan agar berani mengaktualisasikan kemampuan melalui kompetisi, penelitian, publikasi, maupun berbagai forum akademik lainnya.
Program internasionalisasi juga menjadi perhatian melalui berbagai skema mobilitas mahasiswa, salah satunya International Student Mobility and Sharing (I-SMASH). Program outbound tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan lintas budaya di luar negeri sekaligus memperluas jejaring internasional mereka.
Bidang kerja sama juga terus diarahkan pada pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai institusi. Kerja sama diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang bagi mahasiswa dalam memperoleh pengalaman belajar, pengembangan kompetensi, penelitian, mobilitas, maupun aktivitas yang mendukung kesiapan karier.
Tidak kalah penting adalah penguatan karier mahasiswa. Berbagai program seperti sertifikasi kompetensi, penelitian, pelatihan, serta aktivitas pengembangan kapasitas lainnya diarahkan untuk membantu mahasiswa membangun portofolio sejak berada di bangku kuliah.
Dr. Galuh menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan dosen. Peran dosen tidak berhenti ketika perkuliahan selesai, tetapi juga dibutuhkan dalam membimbing mahasiswa menemukan potensi, mengembangkan gagasan, mengikuti kompetisi, melakukan penelitian, hingga memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri.
“Kami memohon segenap dosen untuk turut mendukung program kami dan memberikan pembimbingan secara baik, agar mahasiswa selain memiliki kompetensi akademik, juga memiliki pengalaman, prestasi, dan portofolio yang baik dalam mendukung karier mereka ke depan,” pesannya.
Arah tersebut memperlihatkan bahwa kesiapan menghadapi semester baru di Fakultas Humaniora dibangun melalui pendekatan yang menyeluruh. Pembelajaran berkualitas diperkuat melalui implementasi OBE dan layanan akademik yang responsif; lingkungan kampus dikembangkan melalui budaya tertib, bersih, dan hemat energi; sementara mahasiswa didorong memperoleh prestasi, pengalaman internasional, jejaring, dan portofolio yang relevan dengan masa depan mereka.
Dengan kedatangan sekitar 400 mahasiswa baru, Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus menjadi momentum bagi Fakultas Humaniora untuk menghadirkan pengalaman pendidikan yang semakin terintegrasi. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan mata kuliah, tetapi memperoleh pendampingan, ruang belajar yang nyaman, kesempatan berprestasi, pengalaman internasional, serta berbagai bekal yang mendukung perjalanan akademik dan karier mereka.
Melalui konsolidasi seluruh unsur fakultas dalam Rapat Koordinasi Awal Perkuliahan, Fakultas Humaniora menegaskan bahwa kualitas pendidikan dibangun melalui kerja bersama. Dari ruang kelas hingga ruang terbuka kampus, dari RPS hingga penelitian, dan dari bimbingan akademik hingga mobilitas internasional, setiap program diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu mendukung mahasiswa tumbuh menjadi lulusan yang kompeten, berpengalaman, adaptif, dan memiliki daya saing. [sof/Infopub]





