HUMANIORA – (21/7/2026) Perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan kebutuhan industri global menuntut perguruan tinggi untuk terus bertransformasi. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mempercepat implementasi Outcome Based Education (OBE) melalui pemutakhiran kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan, relevansi dunia kerja, serta penguatan karakter akademik.
Baca juga :

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Kurikulum Program Studi Sastra Inggris yang diselenggarakan pada Senin (20/7/2026) di Meeting Room Lantai I Fakultas Humaniora. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Program Studi Sastra Inggris, Dr. Agwin Degaf, M.A., dan diikuti seluruh dosen Program Studi Sastra Inggris sebagai forum penyempurnaan dokumen kurikulum sebelum memasuki tahap validasi tingkat universitas.
FGD menjadi bagian dari proses panjang penyusunan kurikulum yang telah berlangsung selama sekitar empat bulan. Seluruh komponen kurikulum dibahas secara komprehensif, mulai dari profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, distribusi mata kuliah, hingga sistem asesmen yang mengacu pada prinsip Outcome Based Education.
Dalam pemaparannya, Dr. Agwin Degaf menjelaskan bahwa kurikulum Program Studi Sastra Inggris merupakan turunan langsung dari visi besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertumpu pada tiga nilai utama, yaitu Ulul Albab, Moderasi Beragama, dan Integrasi Sains.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata kuliah tersendiri, tetapi diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembelajaran melalui setiap mata kuliah dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
“Implementasi nilai-nilai universitas harus hadir dalam keseluruhan pengalaman belajar mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan perspektif keilmuan yang utuh,” jelasnya.
Salah satu keputusan strategis dalam forum tersebut adalah penyusunan profil lulusan baru yang diarahkan menjadi Komunikator, Analis, dan Inovator. Ketiga profil tersebut dipandang paling relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi lulusan untuk berkarier di bidang pendidikan, industri kreatif, media, komunikasi internasional, penelitian, hingga sektor profesional lainnya.
Untuk mendukung pencapaian profil lulusan tersebut, Program Studi Sastra Inggris juga memperkuat tiga rumpun keilmuan utama, yakni Linguistics, Literature, dan Culture Studies. Mahasiswa nantinya memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi secara lebih mendalam sesuai dengan minat akademik maupun arah karier yang ingin ditempuh.
Selain itu, forum menyepakati penyederhanaan struktur kurikulum melalui penggabungan sejumlah mata kuliah yang memiliki substansi serupa sehingga total beban studi ditetapkan maksimal 146 SKS. Langkah tersebut dilakukan agar pembelajaran menjadi lebih efektif tanpa mengurangi kualitas capaian pembelajaran lulusan.
Sejumlah mata kuliah baru yang dinilai relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan isu global juga akan mulai diimplementasikan. Di antaranya Humanities Research Methodology, penguatan Critical Theory, Postcolonial Studies, hingga Eco Studies yang memberikan perhatian terhadap isu keberlanjutan (sustainability) dalam kajian humaniora.
Di tingkat fakultas, kurikulum baru juga mengakomodasi tiga mata kuliah kekhasan Fakultas Humaniora sebagai identitas akademik institusi, yaitu Islam dan Kebudayaan, Humaniora Digital dan Literasi Kecerdasan Buatan, serta Kewirausahaan dan Industri Kreatif.
Ketiga mata kuliah tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami nilai-nilai keislaman, meningkatkan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijaksana, sekaligus membangun jiwa kewirausahaan yang relevan dengan perkembangan industri kreatif.
FGD juga memberikan perhatian serius terhadap percepatan masa studi mahasiswa. Melalui penataan ulang distribusi mata kuliah, mahasiswa ditargetkan telah menyelesaikan seluruh mata kuliah keterampilan bahasa pada semester empat, mulai menyusun topik skripsi sejak semester enam, menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan seminar proposal pada semester tujuh, serta memfokuskan semester delapan untuk penyelesaian skripsi.
Skema tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi dalam waktu tujuh semester tanpa mengurangi mutu akademik maupun kualitas lulusan.
Tidak hanya kurikulum, sistem evaluasi pembelajaran juga mengalami transformasi. Implementasi Outcome Based Education mendorong perubahan paradigma asesmen yang tidak lagi bertumpu pada Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), tetapi lebih menekankan pada asesmen autentik melalui proyek, proposal penelitian, produk akademik, presentasi, hingga portofolio yang mampu menggambarkan kompetensi mahasiswa secara komprehensif.
Forum juga membahas mekanisme konversi mata kuliah bagi mahasiswa yang terdampak perubahan kurikulum agar proses transisi menuju implementasi OBE dapat berlangsung secara sistematis, transparan, dan akuntabel.
Berbagai masukan konstruktif turut mengemuka selama diskusi, mulai dari penguatan integrasi Moderasi Beragama dalam pembelajaran, pengembangan semester antara, penyesuaian roadmap penelitian dosen, hingga penguatan mata kuliah yang mendukung percepatan jabatan akademik dosen menuju Guru Besar.
Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum dokumen kurikulum diajukan kepada Pusat Pengembangan Kurikulum Universitas untuk proses validasi.
Melalui percepatan transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global. Kurikulum tidak lagi dipandang sekadar sebagai dokumen akademik, melainkan sebagai instrumen strategis untuk melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter Ulul Albab, menguasai teknologi, memiliki wawasan global, serta siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang. [sof/Infopub]





