MIU Login

Ikuti MAESTRO Dies Maulidiyah, Humaniora Bagikan Buku Karya Dosen dan Mahasiswa

HUMANIORA – (1/10/2026) Karya akademik menemukan maknanya ketika tidak berhenti di ruang kelas, rak perpustakaan, atau meja kerja penulis, tetapi sampai kepada pembaca. Semangat itulah yang dibawa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam gelaran Maliki Art, Exhibition of Sains, Technology, Research, and Job Opportunity (MAESTRO) Dies Maulidiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026 yang berlangsung di Student Center Lantai 2 Kampus 1, Kamis–Jumat (1–2/10/2026).

Baca juga:

Melalui stan Fakultas Humaniora, beragam karya dosen dan mahasiswa diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung. Menariknya, sejumlah buku yang dipamerkan tidak hanya dapat dilihat. Fakultas Humaniora juga membagikan buku-buku karya dosen dan mahasiswa secara gratis kepada pengunjung sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap karya akademik dan kreatif yang lahir dari lingkungan fakultas.

Kehadiran Fakultas Humaniora dalam expo menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa aktivitas akademik di fakultas menghasilkan karya yang dapat dibaca, dinikmati, dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Buku-buku karya dosen dan mahasiswa menjadi salah satu bagian yang mendapat ruang cukup besar dalam stan tersebut.

Pengunjung dapat melihat beragam judul yang merepresentasikan aktivitas literasi dan kepenulisan sivitas akademika Fakultas Humaniora. Karya-karya tersebut menjadi jejak dari proses panjang yang berlangsung di lingkungan akademik, mulai dari membaca, berdiskusi, melakukan penelitian, menulis, hingga menghasilkan publikasi.

Keputusan untuk membagikan sejumlah buku secara gratis memberi dimensi berbeda pada keikutsertaan Fakultas Humaniora. Expo tidak berhenti menjadi ruang untuk memamerkan produk akademik, tetapi sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan.

Buku yang sebelumnya lahir dari proses akademik kemudian berpindah tangan kepada pembaca baru. Dengan cara tersebut, karya dosen dan mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjangkau publik di luar lingkungan Fakultas Humaniora.

Stan Fakultas Humaniora juga menghadirkan karya-karya kreatif mahasiswa. Dari dokumentasi yang ditampilkan, sejumlah karya seni visual dan kaligrafi turut menjadi bagian dari ruang pamer. Kehadiran karya tersebut memperlihatkan bahwa ekspresi akademik di Humaniora tidak hanya hadir melalui teks dan buku, tetapi juga berkembang melalui medium seni dan kreativitas.

Ragam karya yang ditampilkan membuat stan menjadi representasi kecil dari ekosistem Fakultas Humaniora. Bahasa, sastra, literasi, seni, kreativitas mahasiswa, dan pemanfaatan teknologi bertemu dalam satu ruang yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung.

Selain karya akademik dan seni, stan Fakultas Humaniora turut memperkenalkan inovasi yang dikembangkan fakultas. Diantaranya adalah SIAPA (Sistem Informasi Arsip, Persuratan dan Administrasi) dan SIUJI (Sistem Informasi Ujian Integratif), platform berbasis digital yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan proses akademik. Kehadirannya dalam expo memperlihatkan sisi lain Fakultas Humaniora yang tidak hanya bergerak dalam pengembangan bahasa, sastra, dan budaya, tetapi juga mulai mengintegrasikan teknologi dalam penguatan layanan akademik.

Interaksi dengan pengunjung menjadi bagian penting selama pameran berlangsung. Mereka dapat melihat karya lebih dekat, membaca buku yang tersedia, berdialog dengan mahasiswa yang menjaga stan, hingga memperoleh informasi mengenai berbagai produk dan aktivitas Fakultas Humaniora.

Situasi tersebut membuat expo menjadi ruang komunikasi institusional yang lebih terbuka. Fakultas tidak hanya memperkenalkan dirinya melalui informasi formal, tetapi melalui hasil kerja nyata sivitas akademika yang dapat disentuh, dibaca, dan dilihat secara langsung.

Momentum Dies Maulidiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026 dengan rangkaian “Maliki Art, Exhibition of Sains, Technology, Research, and Job Opportunity (MAESTRO)” juga mempertemukan berbagai unit dalam satu ruang pamer. Bagi Humaniora, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membawa identitas keilmuan fakultas ke tengah ekosistem universitas yang lebih luas.

Partisipasi dalam expo sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan ilmu humaniora tetap memiliki ruang yang kuat di tengah perkembangan sains dan teknologi. Bahasa, sastra, seni, budaya, dan teknologi tidak harus berdiri sendiri-sendiri. Semuanya dapat bertemu dalam upaya membangun lingkungan akademik yang kreatif dan responsif terhadap perubahan.

Di tengah arus digitalisasi, kehadiran buku-buku fisik di stan Fakultas Humaniora juga memiliki makna tersendiri. Buku tetap menjadi salah satu medium penting untuk menyimpan dan menyebarkan gagasan. Ketika buku karya dosen dan mahasiswa dibagikan secara gratis, proses diseminasi tersebut menjadi lebih terbuka dan memungkinkan karya menemukan pembacanya secara langsung.

Bagi mahasiswa, ruang pamer juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses kreatif dan akademik mereka. Karya yang sebelumnya dihasilkan melalui aktivitas perkuliahan, kepenulisan, maupun pengembangan kreativitas memperoleh ruang untuk bertemu dengan publik.

Pada akhirnya, keikutsertaan Fakultas Humaniora dalam MAESTRO Dies Maulidiyah 2026 tidak hanya berbicara tentang apa yang dipamerkan di dalam stan. Ada pesan yang lebih penting tentang bagaimana sebuah fakultas membawa hasil kerja akademiknya keluar dari ruang internal dan mempertemukannya dengan masyarakat.

Dari buku karya dosen dan mahasiswa, seni kaligrafi, hingga inovasi digital, stan Fakultas Humaniora menjadi ruang kecil tempat pengetahuan, kreativitas, dan inovasi bertemu dengan publik. Dan ketika sebuah buku dibawa pulang oleh pengunjung secara gratis, karya itu memulai perjalanan baru—dari Fakultas Humaniora menuju pembacanya. [unr/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait