MIU Login

Hadir Lintas Generasi, Humaniora Borong Juara Lomba Busana Daerah Dies Maulidiyah ke-65 UIN Malang

HUMANIORA – (6/10/2026) Panggung Lomba Busana Daerah menjadi ruang bagi keluarga besar Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk merayakan keberagaman budaya Nusantara dalam rangkaian Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tidak hanya sivitas akademika, generasi muda dari keluarga Humaniora turut mengambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung di Student Center Lantai 2 Kampus 1, Sabtu (3/10/2026). Dari panggung tersebut, Humaniora membawa pulang empat penghargaan pada kategori anak dan dewasa.

Baca juga:

Tiga penghargaan datang dari kategori anak. Ahmad Uzayr Abdul Rahman, putra Dr. Ulil Fitriyah, M.Pd., M.Ed., berhasil meraih Juara I. Kirana Maulidia Khairunnisa, putri Zainur Rofiq, M.A., memperoleh Juara III, sementara Kanya Arsyila Hanin Hanania, putri Whida Rositama, M.Hum., meraih Juara Harapan II.

Foto: Ahmad Uzayr Abdul Rahman, putra Dr. Ulil Fitriyah, M.Pd., M.Ed.

Prestasi tersebut memberi warna tersendiri bagi partisipasi Humaniora dalam perayaan hari lahir universitas tahun ini. Di balik kompetisi, keterlibatan anak-anak keluarga sivitas akademika membuka ruang sederhana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sejak dini. Busana daerah tidak sekadar dikenakan sebagai kostum perlombaan, tetapi menjadi pintu masuk untuk mengenalkan identitas dan keberagaman tradisi Nusantara.

Bagi Dr. Ulil Fitriyah, keikutsertaan putranya pada awalnya bahkan tidak dibayangkan akan berakhir dengan gelar juara. Kesempatan mengikuti perlombaan lebih diarahkan sebagai pengalaman bagi anak untuk tampil sekaligus mengenal budaya daerah.

“Awalnya tidak menyangka bisa mendapatkan Juara 1. Kami mengikuti kegiatan ini dengan niat untuk ikut meramaikan dan mengenalkan busana daerah kepada anak. Alhamdulillah, ternyata mendapatkan hasil yang sangat membahagiakan,” ungkap Dr. Ulil Fitriyah, M.Pd., M.Ed.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengenalan budaya tidak selalu harus berlangsung melalui ruang pembelajaran formal. Pengalaman mengenakan busana tradisional, tampil di hadapan publik, dan bertemu peserta dengan representasi budaya yang berbeda dapat menjadi cara yang dekat dan menyenangkan bagi anak untuk mengenali keragaman Indonesia.

Prestasi Fakultas Humaniora berlanjut pada kategori dewasa. Anies Sholichah, S.S., yang merupakan bagian dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Humaniora, berhasil meraih Juara I. Humaniora mengirimkan dua delegasi pada kategori ini, yakni Anies Sholichah dan Dr. Khusnul Khotimah Halimatus Sa’diyah, M.Pd.

Kehadiran dua delegasi dewasa tersebut semakin memperlihatkan luasnya keterlibatan keluarga Fakultas Humaniora dalam rangkaian Dies Maulidiyah. Jika kategori anak menghadirkan generasi muda, kategori dewasa membawa partisipasi keluarga sivitas akademika ke ruang apresiasi budaya yang sama.

Dengan demikian, empat penghargaan yang diraih Fakultas Humaniora tidak berdiri sendiri sebagai catatan kemenangan. Di baliknya terdapat keterlibatan lintas generasi yang menjadikan panggung busana daerah sebagai ruang untuk bertemu, berekspresi, dan menunjukkan apresiasi terhadap identitas budaya Indonesia.

Hal tersebut memiliki relevansi dengan karakter Fakultas Humaniora yang bersentuhan erat dengan bahasa, sastra, manusia, dan kebudayaan. Kebudayaan tidak hanya menjadi objek yang dibicarakan dalam kajian akademik, tetapi dapat dihidupkan melalui pengalaman dan partisipasi langsung. Lomba Busana Daerah menjadi salah satu ruang kecil tempat nilai tersebut hadir dalam kehidupan sivitas akademika dan keluarganya.

Foto: Tim Koordinator Seni Dies Maulidiyah dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Humaniora bersama MC Busana Daerah Kategori Anak dan Dewasa

Partisipasi ini sekaligus melengkapi keterlibatan Fakultas Humaniora dalam berbagai rangkaian Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII. Dari olahraga, seni pertunjukan, nasyid, hingga busana daerah, sivitas dan keluarga besar Humaniora hadir dengan potensi yang beragam. Momentum hari lahir universitas pun menjadi ruang yang mempertemukan kompetisi, kreativitas, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap institusi.

Foto: Supporter Fakultas Humaniora ikut memeriahkan di Panggung Lomba Busana Daerah

Bagi Fakultas Humaniora, apresiasi terhadap keberagaman juga memiliki nilai penting dalam membangun lingkungan akademik yang humanis. Mengenali identitas budaya sendiri sekaligus menghargai ekspresi budaya lain merupakan bagian dari cara membangun keterbukaan terhadap masyarakat yang semakin beragam.

Karena itu, capaian Juara I, Juara III, dan Juara Harapan II kategori anak serta Juara I kategori dewasa menjadi lebih dari sekadar deretan penghargaan. Prestasi tersebut menjadi bagian dari cerita keluarga besar Fakultas Humaniora dalam merayakan Dies Maulidiyah ke-65 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: hadir lintas generasi, merawat kebersamaan, sekaligus membawa keberagaman budaya Nusantara ke ruang universitas. [unr/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait