MIU Login

Humaniora Gelar Road to Professorship: Perkuat Kapasitas dan Strategi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

HUMANIORA – (30/4/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Road to Professorship: Penguatan Kapasitas dan Strategi Kenaikan Jabatan Akademik, sebagai langkah strategis dalam mendorong percepatan karier akademik dosen menuju jenjang profesor. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh dosen di lingkungan Fakultas Humaniora yang mempunyai jabatan fungsional Lektor dan Lektor Kepala.

Baca juga:

Hadir sebagai narasumber Kasubdit Ketenagaan Kementerian Agama Republik Indonesia, Muhammad Aziz Hakim, M.H., yang memberikan penguatan terkait kebijakan, strategi, serta teknis pengajuan kenaikan jabatan akademik, khususnya menuju Lektor Kepala dan Guru Besar.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen, sebagai pilar utama pengembangan institusi. Ia menekankan bahwa percepatan kenaikan jabatan akademik tidak hanya berdampak pada capaian individu, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan reputasi dan daya saing fakultas di tingkat nasional maupun global.

“Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas dosen, baik dalam aspek pemahaman regulasi maupun strategi akademik. Kita ingin dosen-dosen Humaniora memiliki kesiapan yang matang dalam merencanakan dan mengakselerasi karier akademiknya, khususnya menuju jenjang profesor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dekan menyampaikan bahwa fakultas secara serius mendorong lahirnya guru besar baru di lingkungan Humaniora sebagai bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan. Berbagai strategi percepatan pun terus diupayakan, mulai dari pendampingan, penguatan publikasi ilmiah, hingga penyusunan roadmap karier akademik dosen yang lebih terarah. Ia juga berharap narasumber dapat memberikan kiat dan strategi yang tepat untuk mendukung percepatan tersebut.

Selain itu, penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah menjadi perhatian utama. Dosen didorong tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai produsen pengetahuan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan keilmuan melalui publikasi bereputasi dan jejaring akademik yang luas.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Muhammad Aziz Hakim menjelaskan bahwa jabatan Lektor Kepala merupakan tahap krusial sebelum mencapai Guru Besar. Ia menyoroti pentingnya pemenuhan angka kredit yang bersumber dari berbagai komponen, seperti publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta unsur penunjang lainnya.

Ia juga menegaskan pentingnya optimalisasi dan pembaruan data melalui sistem SISTER, terutama dalam pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD). Hal ini menjadi syarat utama agar dosen memenuhi kriteria (eligible) dalam proses pengajuan kenaikan jabatan fungsional, sebagaimana diatur dalam kebijakan terbaru Kementerian.

“Dosen perlu memiliki strategi yang terencana, mulai dari penyusunan portofolio akademik, konsistensi publikasi, hingga pemenuhan unsur penunjang lainnya. Proses ini tidak bisa instan, tetapi harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, juga dibahas secara komprehensif mengenai mekanisme perhitungan angka kredit terbaru, termasuk sistem angka kredit kumulatif, kontribusi dari kinerja dosen, serta pengakuan terhadap peningkatan pendidikan formal. Pembahasan ini merujuk pada ketentuan terbaru yang menjadi acuan dalam proses kenaikan jabatan akademik dosen.

Kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai bekal bagi dosen dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualifikasi akademik di era kompetisi global. Dengan pemahaman yang komprehensif serta strategi yang tepat, diharapkan dosen Fakultas Humaniora mampu mempercepat capaian jabatan akademik secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif, progresif, dan berorientasi pada keunggulan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas institusi melalui peningkatan kapasitas dan profesionalisme dosen. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait