HUMANIORA – (22/7/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global melalui program International Student Mobility and Academic Sharing (I-SMASH) 2026. Sebanyak 17 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program mobilitas internasional selama satu bulan ke berbagai perguruan tinggi dan institusi mitra di Asia dan Eropa, dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Peserta I-SMASH yang digelar di Meeting Room Lantai 2 Fakultas Humaniora, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga:
- Humaniora Hadirkan Perspektif Sastra, Budaya, dan Spiritualitas dalam Memaknai Kesehatan Mental
- Perkuat Outcome Based Education, Humaniora Rancang Kurikulum yang Selaras Dunia Industri

Pada program tahun ini, 13 mahasiswa akan mengikuti kegiatan akademik di Thailand, sedangkan 4 mahasiswa lainnya memperoleh kesempatan belajar di sejumlah negara Eropa, yakni Belgia, Belanda, Jerman, dan Prancis. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di luar negeri, tetapi juga memperluas jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperkuat kompetensi global yang dibutuhkan pada era internasasionalisasi pendidikan tinggi.
Acara pembekalan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, yang memberikan berbagai pesan strategis kepada seluruh peserta sebelum keberangkatan. Menurutnya, keberhasilan mengikuti program internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kualitas karakter, akhlak, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Kalian akan memasuki habitat yang berbeda. Di sana kalian adalah orang asing. Karena itu, yang pertama harus dijaga adalah akhlak. Letakkan akhlak di atas segalanya. Akhlak akan menjadi identitas pertama yang dilihat orang sebelum mereka mengenal kemampuan akademik kita,” tegasnya.
Dekan mengingatkan bahwa setiap peserta membawa nama baik Fakultas Humaniora, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, bahkan Indonesia. Oleh sebab itu, seluruh mahasiswa diminta menjaga identitas sebagai insan akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, etika, dan profesionalisme selama menjalani program di luar negeri.

Ia juga menekankan pentingnya cross-cultural understanding atau kemampuan memahami perbedaan budaya. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghargai keberagaman budaya, kebiasaan, dan cara berpikir masyarakat di negara tujuan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia dan muslim.
“Menjadi bagian dari masyarakat global bukan berarti kehilangan identitas. Justru kita harus menunjukkan otentisitas sebagai orang Indonesia, sebagai muslim, dan sebagai mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mampu beradaptasi sekaligus tetap memegang nilai-nilai yang kita yakini,” ungkapnya.
Selain kemampuan beradaptasi, Prof. Faisol juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas antarpeserta. Selama menjalani program internasional, para mahasiswa diharapkan mampu membangun kerja sama yang kuat, saling membantu, dan menjadi tim yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan baru.
“Kalian berangkat sebagai satu tim. Jaga kekompakan, saling menguatkan, saling melengkapi, dan hadirkan energi positif di mana pun kalian berada. Kehadiran kalian harus memberikan manfaat, baik bagi institusi mitra maupun masyarakat sekitar,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga memberikan pesan khusus agar seluruh peserta mendokumentasikan setiap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti I-SMASH. Ia meminta mahasiswa menyusun tulisan reflektif mengenai pengalaman akademik, budaya, maupun kehidupan sehari-hari selama berada di luar negeri.
Menurutnya, tulisan reflektif tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi program, tetapi juga menjadi media berbagi inspirasi bagi mahasiswa lain sekaligus memperkuat personal branding peserta sebagai mahasiswa yang memiliki pengalaman internasional.
“Jangan hanya pulang membawa foto. Pulanglah membawa pengalaman yang dituliskan. Ceritakan apa yang kalian pelajari, bagaimana kalian beradaptasi, apa tantangan yang dihadapi, dan bagaimana pengalaman itu mengubah cara pandang kalian. Tulisan itu akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain sekaligus memperkaya portofolio pribadi kalian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana I-SMASH 2026, Muhammad Edy Thoyib, M.A., menjelaskan bahwa program International Student Mobility and Academic Sharing merupakan salah satu program unggulan Fakultas Humaniora yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi mitra di luar negeri.
Menurutnya, selama kurang lebih satu bulan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas akademik, pengenalan budaya, observasi lapangan, diskusi ilmiah, hingga interaksi langsung dengan sivitas akademika di negara tujuan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.
“I-SMASH tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan kolaborasi global,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos mengikuti program internasional tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Fakultas Humaniora terus berkomitmen mendukung internasionalisasi mahasiswa melalui berbagai bentuk fasilitasi, termasuk dukungan finansial, pelayanan administrasi, serta skema cost sharing agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti program internasional.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Jadikan pengalaman internasional sebagai bekal untuk meningkatkan kompetensi akademik, memperluas jejaring global, sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai lulusan Humaniora yang siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Galuh juga menegaskan bahwa terselenggaranya I-SMASH merupakan hasil penguatan kerja sama Fakultas Humaniora dengan berbagai institusi pendidikan di luar negeri. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi fakultas dalam memperluas jejaring internasional sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa.
Melalui program I-SMASH 2026, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi lintas budaya, integritas moral, serta kesiapan menjadi duta bangsa di kancah internasional. Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah strategis fakultas dalam memperkuat reputasi internasional melalui peningkatan mobilitas mahasiswa dan kolaborasi akademik global. (sof/Infopub)





