
SONGKHLA–YALA, Thailand— Lapangan sekolah berubah menjadi arena penuh warna. Biru, merah, hijau, dan kuning tampak memenuhi ruang kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School, Chana District, Songkhla selama lima hari, 27–31 Juli 2026. Di balik warna-warna tersebut, para siswa berlari, bermain voli, bertanding badminton, melakukan tolak peluru, hingga meneriakkan yel-yel kelompok. Bagi
SONGKHLA–YALA, Thailand — Dua jam berada di depan peserta lain mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi 14 siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, dua jam tersebut menjadi ruang untuk belajar mengatasi rasa gugup, memperbaiki pengucapan, mengatur intonasi, dan yang paling penting berani berbicara dalam bahasa Inggris di depan orang lain. Pengalaman
HUMANIORA — (18/8/2026) Ada pesan yang lebih panjang daripada barisan defile ketika kontingen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampil dalam Kick Off Dies Maulidiyah Ke-65, Senin (17/8/2026). Di balik busana adat Sumatra Barat, poster bertema Eco Green Campus, dan gerak tari bernuansa Minangkabau, terselip sebuah perjumpaan gagasan antara
BANGKOK — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tidak membuat kemerdekaan terasa jauh. Hal itu dialami 13 peserta International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026 ketika mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (18/8/2026). Di tengah lingkungan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Ada pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dengan duduk di ruang kelas. Bagi Fahrizal Putra Utama (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), Balqis Cashilla Zahrani (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), dan Naisilla Natasha Putri (mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab) dalam program I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
HUMANIORA – (18/8/2026) Semangat menjaga bumi berpadu dengan kekayaan budaya Nusantara saat kontingen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampil dalam Kick Off Dies Maulidiyah Ke-65 UIN Malang, Senin (17/8/2026). Mengenakan busana adat Sumatra Barat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Humaniora membawa pesan Eco Green Campus melalui defile, poster
Ketika seseorang memutuskan menjadi mahasiswa, yang berubah bukan hanya statusnya, tetapi juga cara pandangnya terhadap dunia. Dunia kampus menawarkan pengalaman yang jauh lebih luas daripada sekadar menghadiri kuliah, mengerjakan tugas, atau mengikuti ujian. Ia menjadi ruang untuk bertumbuh, belajar hidup bersama orang lain, menemukan minat, membangun karakter, dan mempersiapkan masa
Ada perjalanan yang tidak hanya membawa seseorang berpindah tempat, tetapi juga mengubah cara ia memandang dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) di Thailand merupakan salah satu perjalanan semacam itu. Program ini bukan sekadar agenda mobilitas mahasiswa atau praktik lapangan di luar negeri, melainkan
HUMANIORA – (14/8/2026) Keberanian menguji kemampuan di luar ruang kelas kembali mengantarkan mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi. Kharisma Dewi Nur Aziza, mahasiswa semester lima Program Studi Sastra Inggris, berhasil meraih Juara II dalam ESEO 2026 (Edelweiss Science Excellence Olympiad), kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan secara
SONGKHLA–YALA, Thailand — Pendidikan terkadang menemukan maknanya bukan di ruang kelas, melainkan di ruang tamu sebuah rumah, di tengah percakapan keluarga, dan dalam doa yang dipanjatkan bersama. Nuansa itulah yang terasa dalam Yiam Ban Nak Rian, sebuah tradisi kunjungan rumah santri kelas akhir yang dilaksanakan oleh Rungrote Wittaya School, Thailand,