HUMANIORA – (20/7/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui optimalisasi peran unit-unit penunjang akademik. Komitmen tersebut diwujudkan dalam Rapat Koordinasi Pengelola Unit Fakultas Humaniora yang digelar di Kampus 3 sebagai forum menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta mengoptimalkan fungsi setiap unit dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan peningkatan reputasi fakultas.
Read too:

Rapat koordinasi dihadiri Dekan Fakultas Humaniora Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., jajaran wakil dekan, serta para ketua dan anggota unit yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai program akademik dan pengembangan kelembagaan. Kesembilan unit tersebut meliputi Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Unit Penjaminan Mutu, Unit Pembelajaran Mandiri, Unit Penerbitan Jurnal, Unit Media dan Publikasi, Unit Pembinaan Kemahasiswaan, Unit Kajian Bahasa dan Budaya, Unit Kerja Sama, serta Unit Jurnal Mahasiswa.
Mengawali arahannya, Prof. Faisol menegaskan bahwa unit-unit fakultas bukan sekadar perangkat administratif, melainkan pilar strategis yang menopang pengembangan akademik, penelitian, pengabdian, kemahasiswaan, hingga reputasi institusi. Oleh karena itu, diperlukan orientasi bersama agar setiap unit mampu menjalankan fungsi secara efektif, efisien, dan saling terintegrasi.

“Unit-unit di Fakultas Humaniora memegang peran yang sangat vital dalam mendukung seluruh aktivitas akademik. Melalui koordinasi ini kita ingin menyamakan orientasi pengelolaan unit sehingga seluruh program berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan fakultas,” ungkapnya.
Menurut Dekan, keberhasilan sebuah fakultas tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kuatnya ekosistem akademik yang dibangun melalui berbagai unit penunjang. Karena itu, setiap unit diharapkan mampu menghadirkan program-program yang inovatif sekaligus saling berkolaborasi untuk mendukung pencapaian visi Fakultas Humaniora.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan Prof. Faisol adalah penguatan kajian seni, bahasa, dan budaya sebagai identitas keilmuan Fakultas Humaniora. Ia berharap Language and Culture Studies Unit dapat menjadi fasilitator bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Menurutnya, Humaniora tidak hanya berkewajiban mengembangkan kajian ilmiah mengenai bahasa, sastra, dan budaya, tetapi juga berperan dalam pelestarian kekayaan budaya Nusantara melalui berbagai aktivitas akademik, penelitian, pertunjukan seni, maupun kolaborasi dengan masyarakat.
Selain itu, Dekan mengajak seluruh unit untuk membangun budaya kolaborasi yang lebih kuat. Setiap kegiatan yang dilaksanakan hendaknya terdokumentasi secara sistematis dengan data yang akurat sehingga dapat menjadi sumber informasi, bahan evaluasi, sekaligus instrumen peningkatan reputasi fakultas.
“Setiap unit harus menjadi bagian penting dalam membangun reputasi Humaniora. Program yang baik harus didukung dokumentasi akademik yang baik pula agar berbagai capaian Tridharma dapat dipublikasikan secara luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, M.Pd., menegaskan bahwa keberadaan unit-unit penunjang sangat membantu dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan kegiatan akademik. Ia secara khusus menyoroti peran Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai fasilitator peningkatan kualitas penelitian serta publikasi ilmiah dosen.
Menurut Halimi, publikasi ilmiah yang berkualitas, baik pada jurnal nasional maupun internasional, menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan reputasi akademik fakultas. Karena itu, unit terkait diharapkan mampu memberikan pendampingan, informasi, serta layanan yang memudahkan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya optimalisasi media digital sebagai sarana distribusi informasi akademik. Berbagai informasi mengenai penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hibah, maupun publikasi ilmiah perlu disampaikan secara cepat dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.
Dalam konteks tersebut, Halimi menilai Unit Media dan Publikasi memiliki posisi strategis dalam memproduksi dan mendistribusikan berbagai informasi akademik maupun nonakademik. Publikasi yang berkualitas akan memperkuat citra positif Fakultas Humaniora sekaligus memperluas diseminasi karya ilmiah dosen kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed., mengajak seluruh unit untuk terus memperkuat sinergi lintasbidang dalam mendukung pencapaian visi fakultas. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh pengelola unit yang selama ini telah menghadirkan berbagai program inovatif bagi kemajuan Fakultas Humaniora.
“Keberhasilan fakultas merupakan hasil kerja bersama. Karena itu, kolaborasi antarunit harus terus diperkuat agar seluruh program dapat saling mendukung dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Miftahul Huda, Ph.D., menegaskan komitmen fakultas untuk mendukung pengembangan unit melalui penyediaan pendanaan bagi program-program yang selaras dengan visi dan misi Fakultas Humaniora.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi program yang memperkuat kualitas layanan akademik, meningkatkan produktivitas Tridharma Perguruan Tinggi, serta memperluas kontribusi Fakultas Humaniora di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui rapat koordinasi ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola unit yang semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak. Dengan sinergi seluruh unit penunjang akademik, fakultas optimistis mampu menghadirkan ekosistem akademik yang produktif, memperkuat budaya mutu, serta meningkatkan reputasi institusi sebagai fakultas humaniora yang unggul, adaptif, dan bereputasi global. [sof/Infopub]





