HUMANIORA – (16/7/2026) Perkuliahan tidak hanya menjadi ruang memperoleh teori, tetapi juga menjadi wadah membangun kompetensi dan portofolio profesional. Hal itu dibuktikan oleh Maulidya Marta, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semester 7, yang berhasil menembus industri kreatif melalui kemampuan desain grafis dan pengelolaan media sosial yang diasah selama kuliah.
Read too:
- Tingkatkan Kompetensi Digital dan Kebahasaan Tendik, Humaniora Luncurkan Program H-SMART
- Kaprodi BSA: Kurikulum Baru Harus Menjawab Dunia Kerja dan Potensi Karier Lulusan
Berkat portofolio yang ia susun dari hasil proyek dan aktivitas selama perkuliahan, Maulidya kini dipercaya menangani dua brand di Kota Malang, yakni sebuah usaha kuliner dan sebuah studio olahraga. Tak hanya itu, ia juga tengah menjalin kerja sama dengan klien luar negeri untuk mengerjakan copywriting dan pengelolaan media sosial.

“Alhamdulillah saya mendapat pekerjaan yang bisa dikerjakan secara work from anywhere (WFA) dengan mengelola dua brand di Malang. Saat ini juga sedang proses kerja sama dengan klien luar negeri untuk menangani copywriting dan media sosial,” ungkap mahasiswi yang mengambil profesi Jurnalistik tersebut.
Menariknya, portofolio yang mengantarkannya memperoleh berbagai peluang tersebut tidak disusun dari proyek-proyek besar, melainkan dari hasil pembelajaran di bangku kuliah. Salah satu karya yang ia sertakan merupakan tugas mata kuliah Desain Grafis yang sebelumnya telah memperoleh masukan dan evaluasi dari dosen pengampu.

Menurut Maulidya, pengalaman mengikuti mata kuliah Desain Grafis Bersama dosen Khafid Roziki, M.Pd. memberinya perspektif baru dalam mengembangkan kreativitas. Berbagai masukan yang diberikan dosen menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas karya sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri ketika memasuki dunia profesional.
“Saya kemarin mengirim portofolio yang sebenarnya sangat sederhana. Salah satunya adalah hasil editing yang pernah direview saat perkuliahan. Ternyata karya-karya itu justru menjadi nilai tambah hingga saya dipercaya oleh klien,” tuturnya.
Ia juga mengaku aktif menuangkan ide-ide kreatif melalui berbagai konten di komunitas yang diikutinya. Aktivitas tersebut kemudian berkembang menjadi portofolio yang mampu menunjukkan kemampuan nyata kepada calon klien.
“Awalnya hanya karena senang mengedit. Saya mencoba menuangkan ide sesuai passion di komunitas yang saya ikuti. Ternyata hasilnya bisa menjadi portofolio yang membuka banyak peluang,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Maulidya menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bimbingan selama proses perkuliahan. Menurutnya, berbagai insight yang diperoleh di kelas menjadi bekal berharga untuk membangun karier di industri kreatif.
“Terima kasih banyak, Ustaz, sudah memberikan banyak insight kepada saya, meskipun secara tidak langsung. Ilmu yang saya dapatkan di kelas ternyata benar-benar bermanfaat ketika terjun ke dunia kerja,” ujarnya.
Kisah Maulidya menjadi salah satu potret keberhasilan mahasiswa Fakultas Humaniora dalam mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan penguatan portofolio, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing untuk memasuki dunia profesional bahkan sebelum menyelesaikan studi.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar di Fakultas Humaniora dapat menjadi fondasi bagi lahirnya talenta-talenta kreatif yang adaptif terhadap perkembangan industri digital. Dengan menggabungkan kreativitas, keterampilan, dan keberanian membangun portofolio, mahasiswa Humaniora mampu membuktikan bahwa karya yang lahir dari ruang kelas dapat berkembang menjadi peluang karier yang nyata. [cha/Infopub]





