HUMANIORA – (29/5/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuka peluang internasional bagi mahasiswa melalui program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) 2026. Program unggulan berbasis internasional ini menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dirancang untuk memberikan pengalaman akademik, profesional, dan budaya lintas negara bagi mahasiswa Humaniora.
Read too:
- Prodi BSA Kawal Mahasiswa Tugas Akhir Lewat Program Skripsi Camp
- Idul Adha untuk Generasi Digital: Menyembelih Ego, Ekspektasi, dan Overthinking
Melalui program I-SMASH 2026, mahasiswa berkesempatan mengikuti kegiatan akademik dan magang internasional di berbagai negara tujuan, mulai dari Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Uzbekistan, hingga sejumlah negara Eropa seperti Belgia, Belanda, Jerman, dan Prancis. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Humaniora dalam memperluas jejaring global sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif di tingkat internasional.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, menegaskan bahwa program I-SMASH 2026 bukan sekadar kegiatan mobilitas mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran global yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman akademik dan profesional lintas budaya.
“Kesempatan ini merupakan langkah besar dalam pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan lintas budaya, tetapi juga memperkuat jejaring global dan kemampuan adaptasi di dunia kerja internasional,” ujarnya.
Program I-SMASH 2026 dijadwalkan diawali dengan sosialisasi pada 9 Juni 2026. Sementara itu, pendaftaran peserta dibuka mulai 10 hingga 20 Juni 2026. Setelah tahap administrasi, peserta akan mengikuti seleksi berkas pada 21–23 Juni 2026 dan seleksi wawancara pada 24 hingga 26 Juni 2026. Adapun pengumuman peserta terpilih dijadwalkan pada 29 Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Peserta tidak hanya mengikuti kegiatan akademik dan magang profesional, tetapi juga memperoleh kesempatan memahami dinamika sosial, budaya, dan lingkungan kerja internasional secara langsung. Interaksi lintas budaya tersebut diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang terbuka, komunikatif, dan memiliki perspektif global.
Selain memperkuat pengalaman internasional mahasiswa, Fakultas Humaniora juga memberikan dukungan subsidi pembiayaan bagi peserta program. Biaya partisipasi program berkisar antara Rp10 juta hingga Rp25 juta, tergantung negara tujuan. Skema pembiayaan dilakukan melalui cost-sharing antara mahasiswa dan pihak fakultas, dengan subsidi fakultas sebesar Rp3,5 juta hingga Rp5 juta untuk setiap peserta.
Fasilitas yang diperoleh peserta meliputi tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, konsumsi dua kali sehari, transportasi lokal, hingga berbagai kegiatan edukatif dan profesional selama program berlangsung. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen Fakultas Humaniora dalam membuka akses pengalaman internasional yang lebih luas bagi mahasiswa.
Program I-SMASH selama ini menjadi salah satu program internasional unggulan Fakultas Humaniora yang terus berkembang setiap tahunnya. Melalui kerja sama dengan berbagai institusi dan mitra internasional, program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas mahasiswa Humaniora dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperluas peluang karier di masa depan.
Dengan dibukanya pendaftaran I-SMASH 2026, Fakultas Humaniora mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal membangun pengalaman internasional, memperluas relasi global, dan meningkatkan kompetensi diri di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. [al/Infopub]





