HUMANIORA – (4/5/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat langkah strategis dalam pemutakhiran kurikulum sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lulusan yang adaptif dan berdaya saing. Dalam forum pemutakhiran kurikulum yang melibatkan pimpinan fakultas, tim pengembang kurikulum, serta dosen lintas program studi, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa proses ini merupakan momentum penting untuk melakukan reformulasi kurikulum secara komprehensif.
Baca juga:
- Mahasiswa Humaniora Raih Juara 3 Qiroatul Akhbar di Ajang Nasional HARFEST 6
- Humaniora Gelar Road to Professorship: Perkuat Kapasitas dan Strategi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
Menurutnya, pemutakhiran kurikulum tidak sekadar rutinitas akademik, melainkan ruang reflektif untuk mengevaluasi kualitas output pendidikan, khususnya lulusan. Ia menekankan bahwa dinamika global yang terus bergerak cepat menuntut perguruan tinggi untuk tidak berhenti beradaptasi. “Kita harus menyadari bahwa dunia terus berkembang. Perubahan ini harus kita respons melalui kurikulum yang selalu up to date dan relevan dengan kebutuhan lulusan,” ujarnya.

Lebih jauh, Dekan menggarisbawahi pentingnya peran dosen dalam dua konteks utama. Pertama, sebagai akademisi yang memiliki otoritas keilmuan dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran sesuai bidangnya. Kedua, sebagai intelektual yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin serta mampu membaca kebutuhan dan peluang dari stakeholder, baik dunia industri, masyarakat, maupun perkembangan global.
Dalam penguatan perspektif tersebut, ia mengutip pesan Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya mendidik generasi sesuai dengan zamannya. Nilai ini, menurutnya, menjadi refleksi mendalam bahwa pendidikan tidak boleh terlepas dari konteks sosial dan perkembangan era. “Kita tidak hanya menjadi pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi juga harus menjadi edukator dan fasilitator yang mampu mengarahkan mahasiswa menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, reformulasi kurikulum di Fakultas Humaniora diarahkan pada penguatan struktur mata kuliah yang lebih integratif dan kontekstual. Kurikulum tidak hanya menekankan pada penguasaan core knowledge di bidang bahasa dan sastra, tetapi juga mengakomodasi pengembangan kompetensi profesional, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan.

Dalam konteks era digital, Dekan juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara strategis. Oleh karena itu, kurikulum didorong untuk mampu menghubungkan keilmuan bahasa dan sastra dengan perkembangan teknologi, seperti literasi digital, media komunikasi global, hingga pemanfaatan platform digital dalam produksi dan diseminasi karya akademik.
“Era digital harus kita sambut, bukan dihindari. Namun, kita juga harus tetap berpijak pada kekuatan keilmuan kita. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara tradisi akademik dan inovasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa reformulasi kurikulum membutuhkan kearifan dan kebijaksanaan dalam setiap prosesnya. Tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai humaniora yang menjadi ciri khas fakultas. Dengan pendekatan ini, kurikulum diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan budaya.
Forum ini juga menjadi ajang konsolidasi bersama untuk menyatukan visi dalam membangun sistem pembelajaran yang lebih berkualitas. Partisipasi aktif dosen dalam proses ini dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam menciptakan kurikulum yang implementatif dan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Dekan menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang terlibat dalam proses pemutakhiran kurikulum. Ia berharap upaya kolektif ini mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan fakultas dan kualitas lulusan ke depan.
“Terima kasih atas kontribusi bapak dan ibu semua dalam membesarkan dan memajukan Fakultas Humaniora. Semoga ikhtiar ini melahirkan kurikulum yang tidak hanya relevan, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan, sebagai fondasi dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar keilmuan humaniora. [al/Infopub]





