HUMANIORA – Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan kontribusinya dalam melahirkan lulusan yang mampu mengambil peran penting di berbagai bidang strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu capaian tersebut ditunjukkan oleh Muh Ardiyansyah Amran, S.Hum., M.M., alumni angkatan 2015 yang saat ini berkiprah sebagai Widyaiswara di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Baca juga:
- Humaniora Dorong Mahasiswa Kuasai Strategi dan Profesionalisme Jurnalistik
- Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Humaniora Fokus pada Pengembangan Karier Mahasiswa
Keberhasilan Ardiyansyah menembus dan berkontribusi di lingkungan kementerian menjadi refleksi nyata dari kualitas pendidikan yang dikembangkan Fakultas Humaniora. Melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan penguasaan ilmu bahasa, budaya, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi, fakultas terus mempersiapkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan dunia kerja.
“Fakultas Humaniora membentuk saya menjadi pribadi yang terus beradaptasi dan mau belajar. Dengan fondasi keilmuan berbasis bahasa dan budaya, saya memiliki kesempatan untuk mempelajari banyak hal sekaligus melihat berbagai peluang di masa depan,” ungkap Ardiyansyah.
Menurutnya, pengalaman selama menempuh pendidikan di Fakultas Humaniora tidak hanya memberikan pemahaman akademik tentang bahasa dan budaya, tetapi juga membentuk pola pikir yang terbuka, kritis, dan multidimensional. Lingkungan akademik yang dinamis mendorong mahasiswa untuk terbiasa melihat suatu persoalan dari berbagai perspektif serta mengembangkan kemampuan analisis yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional.
Ardiyansyah menilai bahwa salah satu keunggulan utama pendidikan humaniora adalah kemampuannya membangun fleksibilitas berpikir. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan disipliner, tetapi juga dilatih untuk memahami manusia, organisasi, dan perubahan sosial yang terus berkembang. Kemampuan inilah yang kemudian menjadi modal penting ketika memasuki dunia kerja yang menuntut adaptasi tinggi dan pembelajaran berkelanjutan.
Baginya, fondasi keilmuan berbasis bahasa dan budaya justru membuka peluang yang luas untuk berkembang di berbagai sektor. Bahasa dan budaya bukan sekadar objek kajian akademik, melainkan instrumen penting untuk memahami perilaku manusia, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan kolaborasi yang produktif dalam lingkungan kerja yang beragam.
Saat ini, sebagai Widyaswara di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ardiyansyah memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Tugas tersebut mencakup penyusunan materi pembelajaran, perancangan strategi pengembangan kapasitas aparatur, serta penyelenggaraan program pelatihan yang mendukung peningkatan kualitas SDM di lingkungan kementerian.
Peran tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi, analisis kebutuhan pembelajaran, pemahaman karakter peserta yang beragam, serta kemampuan menyusun pendekatan pendidikan yang efektif. Menurut Ardiyansyah, berbagai kompetensi tersebut telah mulai dibangun sejak masa kuliah melalui aktivitas akademik, diskusi, penelitian, serta interaksi intelektual yang menjadi ciri khas pendidikan di Fakultas Humaniora.
“Pengalaman belajar di Humaniora mengajarkan saya bahwa ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Justru dari sana, kita belajar bagaimana menghubungkannya dengan realitas sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dunia kerja saat ini membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan memahami perubahan, membaca konteks, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam hal ini, pendidikan humaniora memberikan fondasi yang kuat untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis, empati, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Kisah Ardiyansyah menjadi salah satu bukti nyata bahwa lulusan Fakultas Humaniora mampu bersaing dan berkontribusi di lembaga-lembaga strategis negara. Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa ilmu humaniora memiliki relevansi yang semakin penting di tengah kompleksitas tantangan global yang membutuhkan perspektif multidisipliner dan kemampuan adaptasi yang tinggi.
Bagi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, capaian alumni di berbagai sektor profesional merupakan bagian dari rekognisi atas kualitas pendidikan yang terus dikembangkan. Melalui kurikulum yang adaptif, lingkungan akademik yang inspiratif, serta komitmen terhadap pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa, fakultas terus berupaya mencetak generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. Kiprah Muh Ardiyansyah Amran di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta berani mengambil peran di berbagai bidang strategis. Dengan bekal keilmuan humaniora yang kuat, lulusan Fakultas Humaniora tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi pembangunan bangsa. [al/Infopub]





