MIU Login

BSA Humaniora Perkuat Kesiapan Skripsi Mahasiswa melalui Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy 2026

HUMANIORA – (8/10/2026) Menentukan topik penelitian kerap menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa ketika memasuki tahap akhir perkuliahan. Gagasan yang masih berkembang, beragamnya pilihan wilayah kajian, hingga pemahaman mengenai prosedur akademik sering kali menjadi persoalan yang harus dihadapi sebelum memulai tugas akhir. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy 2026, Kamis (8/10/2026), sebagai ruang pembekalan bagi mahasiswa semester tujuh untuk mempersiapkan penelitian secara lebih terarah dan sistematis.

Baca juga:

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Fakultas Humaniora ini menghadirkan serangkaian pembekalan akademik, mulai dari pengenalan wilayah kajian bahasa dan sastra, metodologi penelitian, pedoman penulisan skripsi, hingga pemanfaatan layanan akademik berbasis digital. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menentukan arah penelitian sekaligus memahami tahapan yang perlu ditempuh dalam penyusunan skripsi maupun artikel jurnal sebagai tugas akhir.

Foto : Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora bersama dosen dan panitia mengabadikan momen kebersamaan dalam kegiatan Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy 2026

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tahapan akhir perkuliahan, terutama dalam merancang penelitian yang memiliki kejelasan arah, ketepatan metodologi, dan kualitas akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Halimi, penyelesaian tugas akhir tidak semestinya dipandang hanya sebagai kewajiban untuk memenuhi persyaratan kelulusan. Proses penelitian merupakan bagian penting dari perjalanan akademik mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, mengembangkan keilmuan, serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

“Mahasiswa semester akhir perlu mendapatkan pendampingan yang terarah agar tidak mengalami kebingungan ketika memulai penelitian. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menentukan topik yang relevan, memahami metode penelitian yang tepat, dan segera memulai proses bimbingan. Yang ingin kita bangun bukan hanya percepatan penyelesaian studi, tetapi juga kualitas penelitian mahasiswa agar menghasilkan karya ilmiah yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Halimi.

Foto : Sejumlah mahasiswa semester tujuh Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora mengikuti rangkaian Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy 2026 di Aula Lantai 3

Ia juga mengapresiasi langkah Program Studi BSA dalam menghadirkan pembekalan yang mengintegrasikan aspek keilmuan, metodologi penelitian, dan layanan akademik. Menurutnya, pendampingan sejak awal menjadi salah satu upaya penting untuk membantu mahasiswa mengantisipasi berbagai hambatan yang mungkin muncul selama proses penyusunan tugas akhir.

Sejalan dengan itu, Ketua Program Studi BSA, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., dalam sesi pembekalannya memberikan penjelasan mengenai Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy serta berbagai tahapan akademik yang harus dilalui mahasiswa, mulai dari seminar proposal, ujian komprehensif, hingga sidang skripsi.

Abdul Basid menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai arah penelitian dan prosedur penyelesaian tugas akhir. Dengan memahami tahapan tersebut sejak awal, mahasiswa diharapkan dapat menyusun perencanaan akademik secara lebih matang dan segera memulai proses bimbingan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak lagi merasa kebingungan ketika memasuki tahap penyusunan tugas akhir. Mereka perlu memahami arah penelitiannya, menentukan topik yang sesuai dengan bidang keilmuan, serta mengetahui tahapan akademik yang harus dilalui. Harapannya, mahasiswa dapat segera memulai proses bimbingan dan menyelesaikan studi secara tepat waktu,” ujar Abdul Basid.

Menurutnya, kesiapan menyusun tugas akhir tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menentukan judul, tetapi juga bagaimana mahasiswa merumuskan persoalan penelitian, mengenali objek kajian, serta memilih pendekatan ilmiah yang sesuai. Karena itu, pembekalan yang diberikan dirancang untuk mempertemukan kebutuhan akademik mahasiswa dengan tuntutan penelitian yang akan mereka hadapi.

Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Program Studi BSA, Dr. Moh. Zawawi, M.Pd., yang membahas template skripsi dan standar operasional prosedur (SOP). Melalui materi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai ketentuan teknis penulisan, sistematika karya ilmiah, serta prosedur akademik dalam penyelesaian tugas akhir.

Pemahaman terhadap pedoman penulisan sejak awal menjadi bekal penting agar mahasiswa dapat bekerja secara lebih sistematis. Dengan mengetahui ketentuan akademik yang berlaku, mahasiswa diharapkan mampu memusatkan perhatian pada pengembangan substansi penelitian tanpa mengabaikan aspek teknis dan administratif.

Selain pembekalan prosedural, Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy 2026 memberikan perhatian khusus pada penguatan orientasi keilmuan mahasiswa. Dr. Ahmad Kholil, M.Fil.I., menyampaikan materi mengenai wilayah kajian sastra, sedangkan Makhiulil Kirom, M.Pd., membahas wilayah kajian bahasa.

Kedua materi tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai kemungkinan penelitian dalam disiplin Bahasa dan Sastra Arab. Pengenalan wilayah kajian menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya memilih topik berdasarkan ketertarikan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan relevansi keilmuan, ketersediaan data, serta peluang pengembangan penelitian.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diajak mengenali bahwa fenomena kebahasaan, karya sastra, dan dinamika penggunaan bahasa dapat menjadi sumber persoalan penelitian yang menarik. Namun, gagasan tersebut perlu dirumuskan secara ilmiah agar memiliki fokus kajian yang jelas dan dapat diteliti menggunakan pendekatan yang tepat.

Penguatan aspek metodologis selanjutnya diberikan oleh Dr. Nur Ila Ifawati, M.Pd., melalui materi Metode Penelitian Bahasa dan Sastra. Pembekalan ini menjadi penghubung antara gagasan penelitian yang telah dikembangkan mahasiswa dengan langkah-langkah ilmiah yang diperlukan untuk mengkajinya.

Dalam proses penyusunan tugas akhir, pemilihan metode menjadi bagian mendasar yang menentukan bagaimana persoalan penelitian dirumuskan, data dikumpulkan, dan hasil dianalisis. Oleh karena itu, pemahaman metodologi sejak tahap perencanaan diharapkan dapat membantu mahasiswa menghasilkan penelitian yang lebih terarah, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan substansi penelitian. Program Studi BSA juga mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital melalui sosialisasi SIUJI, sistem informasi yang mendukung pengelolaan tahapan tugas akhir mahasiswa.

Sosialisasi SIUJI disampaikan oleh Khafid Roziki, M.Pd., bersama Ulya Nuzulir Rohmah, S.Kom. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada pemanfaatan sistem untuk mendukung proses akademik, mulai dari pengajuan judul, bimbingan, hingga tahapan penyelesaian studi.

Kehadiran SIUJI menjadi bagian dari upaya Fakultas Humaniora dalam mengembangkan layanan akademik yang lebih terintegrasi. Melalui sistem digital tersebut, proses administrasi tugas akhir diharapkan dapat berlangsung lebih tertib, terdokumentasi, dan mudah dipantau oleh mahasiswa maupun dosen.

Dalam konteks ini, Halimi turut menekankan bahwa penguatan kualitas penelitian mahasiswa perlu didukung oleh tata kelola layanan akademik yang efektif. Pemanfaatan teknologi digital, menurutnya, menjadi salah satu instrumen penting untuk menghadirkan proses akademik yang lebih sistematis dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

“Pendampingan akademik yang baik harus didukung oleh sistem layanan yang memudahkan mahasiswa dan dosen. Karena itu, penguatan kompetensi penelitian dan pemanfaatan SIUJI perlu berjalan beriringan, sehingga proses akademik dapat berlangsung lebih efektif dan mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyelesaikan studinya tepat waktu,” tambahnya.

Di sela rangkaian pembekalan, panitia juga menghadirkan sesi ice breaking bersama Tim Hore-hore Elevaria. Sesi tersebut memberikan ruang interaksi yang lebih santai sekaligus menjaga suasana kegiatan tetap dinamis di tengah padatnya materi akademik yang disampaikan.

Bagi Fakultas Humaniora, penyelenggaraan Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy mencerminkan komitmen untuk memperkuat kualitas pendampingan akademik mahasiswa. Kesiapan menyelesaikan tugas akhir tidak hanya dibangun melalui pemahaman terhadap prosedur administratif, tetapi juga melalui penguatan substansi keilmuan, kemampuan metodologis, dan pemanfaatan layanan digital.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan keterhubungan antara pengembangan kompetensi penelitian dan transformasi layanan akademik. Pengenalan wilayah kajian bahasa dan sastra, pembekalan metodologi, pemahaman prosedur skripsi, serta penggunaan SIUJI menjadi bagian yang saling mendukung dalam membantu mahasiswa menjalani proses penyelesaian studi.

Melalui pendekatan tersebut, Program Studi BSA berupaya membangun kesiapan penelitian mahasiswa secara lebih menyeluruh. Kejelasan arah penelitian sejak awal diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam penyusunan tugas akhir, memperkuat kualitas perencanaan akademik, serta mendukung penyelesaian studi tepat waktu tanpa mengesampingkan mutu karya ilmiah.

Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy 2026 pada akhirnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengubah gagasan awal menjadi rencana penelitian yang lebih konkret. Dengan bekal keilmuan, metodologi, pendampingan akademik, dan dukungan layanan digital, mahasiswa BSA Humaniora diharapkan semakin siap menghadapi tahap akhir perkuliahan serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian bahasa dan sastra Arab. [unr-sof/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait