MIU Login

Mahasiswa Humaniora UIN Malang Cetak Prestasi Nasional melalui Ajang Musabaqah Qiroatul Kutub

HUMANIORA – (2/6/2026) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi di ajang nasional. Kali ini, Nadine Alfi Aulia, mahasiswa semester 2 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam cabang lomba Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) tingkat nasional pada ajang Mahrajan Musabaqah al-Arabiyah (MMA) 2026 yang diselenggarakan oleh UKM Nadi Walisongo fii Al-Lughah Al-Arabiyah (Nafilah) UIN Walisongo Semarang.

Baca juga:

Ajang MMA 2026 merupakan kompetisi tahunan berskala nasional yang diikuti peserta umum berusia 17–23 tahun dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Arab dan kajian keislaman, khususnya dalam bidang pembacaan dan pemahaman kitab turats. Untuk cabang MQK, babak penyisihan dilaksanakan pada 9–10 Mei 2026, pengumuman finalis pada 15 Mei 2026, dan grand final berlangsung pada 26 Mei 2026 di UIN Walisongo Semarang.

Keberhasilan Nadine menjadi capaian membanggakan, terlebih dirinya masih berada di semester awal perkuliahan. Prestasi ini menunjukkan semangat akademik mahasiswa Humaniora dalam mengembangkan kompetensi keilmuan Islam berbasis literasi kitab klasik sejak dini.

Nadine mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi tersebut hingga berhasil melaju ke babak final. Menurutnya, pengalaman mengikuti MQK tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar dan pengembangan diri.

“Aku senang banget bisa ikut serta dalam event kali ini, dan bersyukur bisa lolos ke babak final. Dari pengalaman ini banyak pelajaran yang bisa aku ambil, salah satunya ke depan aku harus berusaha lebih besar lagi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Melalui kompetisi Musabaqah Qiroatul Kutub, peserta dituntut tidak hanya mampu membaca teks Arab klasik, tetapi juga memahami kandungan makna, menjelaskan konteks keilmuan, hingga menganalisis isi kitab secara kritis. Karena itu, MQK menjadi salah satu ajang penting dalam melatih kemampuan berpikir analitis, ketelitian membaca teks, serta pendalaman khazanah keilmuan Islam.

Bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab, kompetisi semacam ini juga menjadi media untuk memperkuat kompetensi linguistik dan akademik, terutama dalam memahami kitab turats sebagai salah satu sumber utama keilmuan Islam. Kemampuan membaca kitab klasik dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman karena menjadi fondasi penting dalam kajian bahasa, sastra, dan studi keislaman.

Prestasi yang diraih Nadine sekaligus memperlihatkan komitmen Fakultas Humaniora dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi akademik dan berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi nasional. Tidak hanya berorientasi pada capaian juara, keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, daya saing, dan tradisi intelektual di lingkungan kampus.

Melalui capaian ini, Fakultas Humaniora berharap mahasiswa terus termotivasi untuk mengembangkan kemampuan akademik, memperluas pengalaman, serta menjaga semangat belajar dalam bidang bahasa Arab dan kajian keislaman. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa generasi muda Humaniora mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. [bila/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait