MIU Login

Sempat Terkendala Cuaca, Jogja International Kite Festival 2026 Tetap Sukses Digelar

Kawasan Pantai Parangkusumo, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati ratusan pengunjung pada Minggu 12 Juli 2026. Mereka datang dari berbagai daerah untuk turut menikmati Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, sebuah festival layang-layang internasional tahunan yang menghadirkan peserta dari dalam maupun luar negeri.

Festival yang berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Juli 2026 ini menjadi ruang berkumpulnya komunitas layang-layang diseluruh Indonesia dan beberapa negara lain. Berbagai bbentuk layang-layang dengan desain dan bentuk yang unik diterbangkan di kawasan pantai Parangkusumo. Beragam desain dan bentuk layang-layang menyimpan ciri khas dan budaya yang ingin ditampilkan masing-masing peserta. Hal ini juga yang menarik perhatian para pengunjung.

Selain pameran layang-layang internasional, penyelenggara juga mengadakan lomba layang-layang yang diikitu oleh peserta kategori anak-anak hingga dewasa. Beberapa kegiatan pendukung seperti pertunjukan barongsai dan hiburan musik juga turut meningkatka semarak suasana selama festival berlangsung.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Meskipun demikian, rangkaian penerbangan layang-layang sempat tertunda karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Salah seorang pedagang di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa jadwal kegiatan mengalami perubahan karena faktor cuaca “Harusnya kan dimulai jam 8 pagi, tapi gak tau dari tadi layang-layangnya belum bisa naik” ujarnya.

Jogja International Kite Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Layang-Layang Angkasa Satu. Festival ini bertujuan membuka ruang bagi komunitas layang-layang dari dalam maupun luar negeri untuk saling bertukar pengalaman dan memperkenalkan budaya melalui karya layang-layang. Selain itu, penyelenggaraan festival juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata di Yogyakarta sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai keberagaman budaya yang diwujudkan dalam seni layang-layang.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Pantai Parangkusumo tidak hanya menjadi lokasi perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya yang mempererat hubungan antarkomunitas layang-layang dari berbagai negara. Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, Jogja International Kite Festival diharapkan terus menjadi salah satu agenda wisata tahunan yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait