MIU Login

Dosen BSA UIN Malang Beri Pelatihan Penyusunan Tes TOAFL di UIN Sunan Kudus

HUMANIORA – (19/5/2026) Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Mubasyasyir Munir, B.Ed., M.A., menjadi narasumber dalam Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bahasa Arab bagi dosen dan tenaga kependidikan di Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa UIN Sunan Kudus. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Bahasa UIN Sunan Kudus selama dua hari, pada 21–22 April 2026.

Read too:

Pelatihan yang digelar di Gedung Laboratorium Terpadu tersebut diikuti oleh sekitar 20–25 peserta yang berasal dari unsur dosen, tenaga kependidikan UPA Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta Ma’had UIN Sunan Kudus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademik peserta, khususnya dalam menyusun instrumen tes bahasa Arab yang terstandar, valid, dan reliabel.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Mubasyasyir Munir membawakan materi utama tentang penyusunan tes TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) beserta strategi pengerjaannya. Ia menekankan pentingnya desain instrumen evaluasi yang tidak hanya mengukur kemampuan bahasa secara umum, tetapi juga mampu merepresentasikan kompetensi kebahasaan secara komprehensif.

Lebih lanjut, ia memaparkan standar layanan TOAFL di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan mengambil studi kasus ILAA (Ikhtibaarul Lughah Al-‘Arabiyyah Al-Mi‘yāriyyah). Dalam penjelasannya, ILAA disebut sebagai salah satu model tes bahasa Arab berstandar nasional yang telah melalui proses pengembangan panjang dan melibatkan berbagai pakar dari sejumlah PTKIN di Indonesia.

“ILAA dirancang sebagai instrumen evaluasi yang terukur dan terstandar. Melalui pelatihan ini, kami berharap UPA Bahasa UIN Sunan Kudus dapat mengadopsi sekaligus mengadaptasi model tersebut untuk mengembangkan sistem tes bahasa Arab yang lebih berkualitas dan diakui secara nasional,” jelasnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik penyusunan kisi-kisi soal serta simulasi pengerjaan tes, sehingga peserta dapat memahami secara langsung proses perancangan hingga implementasi instrumen evaluasi bahasa Arab.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal kegiatan. Selain mendapatkan materi komprehensif, peserta juga memperoleh fasilitas berupa modul pelatihan, konsumsi, serta e-sertifikat TOAFL-like sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan peningkatan kompetensi mereka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UPA Bahasa UIN Sunan Kudus dalam meningkatkan kualitas layanan kebahasaan di era global. Di sisi lain, keterlibatan dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan standar pembelajaran dan evaluasi bahasa Arab di tingkat nasional.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir instrumen tes bahasa Arab yang lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. [al/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait