HUMANIORA – (3/3/2026) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melangkah ke tahapan krusial dalam transformasi akademiknya. Melalui agenda bertajuk “Sharing Pemutakhiran Kurikulum: Tahapan Penyusunan Kurikulum OBE”, Prodi BSA kini mulai mematangkan fase desain kurikulum yang berorientasi pada hasil nyata lulusan.
Baca juga:
- Jejak Ramadan dalam Syair Arab: Lapar, Rindu, dan Cahaya
- Akselerasi Puncak Karier Akademik: Prodi BSA Luncurkan Program Pencangkokan Dosen Menuju Guru Besar
Kegiatan yang digelar secara daring pada Senin (2/3/2026) ini menghadirkan pakar kurikulum sekaligus Kepala Pusat APPMA LPM UIN SAIZU Purwokerto, Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd., sebagai narasumber untuk diskusi teknis implementasi Outcome-Based Education (OBE).

Dalam fase desain ini, Prodi BSA melakukan pergeseran paradigma pendidikan secara fundamental. Jika sebelumnya proses pembelajaran sering kali berpusat pada penyelesaian materi ajar (output), kini fokus dialihkan sepenuhnya pada hasil akhir yang nyata bagi mahasiswa (outcome).
“Kurikulum adalah jantung perguruan tinggi. Melalui sistem OBE, kita mendesain pendidikan yang mengacu pada KKNI dan SN-Dikti untuk memastikan lulusan memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja (DUDI),” jelas Dr. Enjang di hadapan tim kurikulum yang dipimpin oleh Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, dan Sekretaris Prodi, Dr. Moh. Zawawi.

Desain kurikulum baru ini dirancang untuk mencapai tiga tingkatan keberhasilan yang terukur, level output, outcome, dan impact yang berorientasi mencetak lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat dan negara.
Titik tumpu pada fase desain ini adalah penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Tim kurikulum memulai langkah dengan menentukan Profil Lulusan yang menarik dan adaptif terhadap tantangan zaman. Profil ini menjadi jawaban atas pertanyaan fundamental mengenai peran profesional apa yang akan dijalankan mahasiswa setelah lulus dari Prodi BSA.

Perumusan CPL tersebut mencakup empat pilar utama: Sikap, Pengetahuan, Keterampilan Umum, dan Keterampilan Khusus. Melalui analisis kebutuhan yang mendalam, prodi berupaya menyelaraskan antara profil lulusan dengan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) serta sistem asesmen yang mampu mengukur kinerja secara objektif.
Dengan memasuki tahapan desain kurikulum ini, Fakultas Humaniora semakin memantapkan posisinya dalam menyelenggarakan pendidikan yang dinamis, berkualitas, dan responsif terhadap perkembangan keilmuan serta tuntutan global. [unr/Infopub]





