HUMANIORA – (13/2/2026) Atmosfer kepemimpinan baru menyelimuti Auditorium Gedung Ar-Rahim, Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada Jumat (13/2/2026), Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) Fakultas Humaniora resmi dilantik. Mengusung tema besar “Menghidupkan Kembali Jiwa Organisasi: Meneguhkan Peran yang Relevan dan Bermakna bagi Mahasiswa”, momentum ini menjadi garis start bagi para aktivis kampus untuk menjalankan amanah secara kolaboratif.
Baca juga:
- Prodi Sastra Inggris Gelar Rapat Re-design Kurikulum Bersama Pakar dari Universitas Airlangga
- Targetkan Hasil Maksimal, Jurnal Afshaha Matangkan Persiapan Akreditasi
Pelantikan ini menandai peralihan tongkat estafet kepemimpinan di tingkat Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab serta Sastra Inggris.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menekankan bahwa kunci keberhasilan organisasi terletak pada kemampuan mengelola perbedaan. Menurutnya, keragaman latar belakang pengurus harus dipandang sebagai aset, bukan penghambat.
“Manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang berbeda-beda. Maka dari itu, di dalam organisasi, meskipun berbeda-beda tetapi harus tetap mampu berkolaborasi. Kelebihan dan kelemahan setiap individu adalah ruang untuk saling melengkapi,” tutur Prof. Faisol.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Galuh Nur Rohmah, memberikan dukungan penuh terhadap penguatan peran Ormawa. Ia berpesan agar pengurus baru menjadikan organisasi sebagai laboratorium belajar yang sehat. “Ormawa harus menjadi ruang tumbuh bagi budaya-budaya positif. Selamat bekerja dan mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Aspek kedisiplinan menjadi sorotan utama dalam sambutan Ketua SEMA Fakultas Humaniora, Ahmad Habil Maulana. Ia menegaskan bahwa menghidupkan kembali jiwa organisasi harus dimulai dari pembenahan internal, terutama dalam hal budaya disiplin waktu dan administrasi.
Ketua DEMA Fakultas Humaniora terpilih, Muhammad Abadi, menyambut tantangan tersebut dengan janji integritas. Bagi Abadi, pelantikan ini adalah kontrak moral untuk menghadirkan program kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa. “Ini bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang integritas. Kami berkomitmen menciptakan program kerja yang berkualitas, membangun, dan solutif,” tegasnya.

Gairah yang sama juga ditunjukkan oleh pimpinan HMPS Bahasa dan Sastra Arab serta HMPS Sastra Inggris. Keduanya bersepakat untuk menjalankan organisasi secara aktif dan kolaboratif, memastikan setiap mahasiswa di prodi masing-masing mendapatkan ruang pengembangan diri yang nyata.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas. Dengan resmi dilantiknya kepengurusan periode 2026 ini, Fakultas Humaniora siap menyaksikan geliat aktivitas kemahasiswaan yang lebih bermakna di kampus “Atas Awan”. [tba/Infopub]





