HUMANIORA – (11/2/2026) Di tengah pesatnya transformasi pendidikan tinggi dan dinamisnya tuntutan dunia kerja global, pemutakhiran kurikulum menjadi instrumen vital bagi institusi pendidikan untuk tetap kompetitif. Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melangkah ke tahapan teknis yang lebih dalam melalui Rapat Koordinasi Kurikulum pada Selasa (10/2/2026).
Baca juga:
- Mahasiswa Humaniora Raih Best Speaker di Ajang Public Speaking Competition
- Komitmen Pelayanan Prima: Dua Prodi di Humaniora Awali Semester Genap dengan Kedisiplinan Tinggi
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2 ini menandai masuknya prodi pada Fase ke-5 dari total 14 tahapan Timeline Pemutakhiran Kurikulum Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora, yakni fase Analisis Dokumen Dasar.
Dalam sesi ini, fokus pembahasan bergeser pada penguatan landasan yuridis dan akademik. Tim kurikulum melakukan diskusi terhadap dokumen SN-DIKTI (Permendikbud No. 3/2020) serta KKNI Level 6. Hal ini dilakukan untuk memastikan standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, hingga keterlibatan dunia kerja telah sesuai dengan mandat Pasal 5 hingga 15 regulasi pendidikan nasional.
Selain regulasi pemerintah, tim juga menyoroti Standar Kurikulum MBKM, pedoman universitas, visi-misi institusi, hingga data riil dari tracer study dan survei pengguna. Langkah ini diambil agar profil lulusan BSA nantinya tidak hanya mahir secara teoretis, tetapi juga adaptif di berbagai sektor profesional.


Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, Ketua Program Studi BSA, Dr. Abdul Basid, Sekretaris Program Studi, Dr. Moh. Zawawi, serta jajaran Tim Pemutakhiran Kurikulum. Dalam arahannya, Dr. Halimi memberikan dukungan penuh sekaligus peringatan agar tim bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi.
“Saya mendukung tim untuk lebih serius menelaah setiap dokumen yang sudah tercantum dalam prosedur revisi kurikulum Fakultas Humaniora. Ketajaman analisis pada tahap awal ini akan menentukan kualitas output kita di fase-fase berikutnya,” tegas Dr. Halimi.
Senada dengan hal tersebut, Kaprodi BSA, Dr. Abdul Basid, yang bertindak sebagai konseptor utama, meminta kerja kolektif dari seluruh tim. “Lakukan telaah yang komprehensif agar tidak ada aspek yang terlewat. Kurikulum ini harus menjadi kompas yang jelas bagi dosen dan mahasiswa dalam mencapai keunggulan akademik yang berkarakter,” ujarnya.

Fakultas telah merancang skema pemutakhiran ini secara sistematis. Setelah fase analisis dokumen dasar ini usai, tim akan segera beralih ke fase selanjutnya, yang meliputi Need Assessment (Analisis Kebutuhan), Perumusan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Desain Struktur Kurikulum dan Penyusunan RPS, Uji Publik (Public Hearing) untuk validasi relevansi, hingga penetapan oleh Senat Akademik.
Seluruh rangkaian 14 fase ini ditargetkan tuntas pada Mei 2026, yang akan langsung memasuki masa Implementasi. Pada tahap tersebut, sistem informasi akademik (SIAKAD) akan disesuaikan untuk mendukung kurikulum baru yang siap dijalankan oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah.
Langkah intensif ini mempertegas posisi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai center of excellence yang selalu berupaya memberikan layanan pendidikan bermutu tinggi dan inovatif, tanpa melepaskan akar keilmuan bahasa dan sastra Arab yang kuat. [al/Infopub]





