HUMANIORA — (4/2/2026) Kompetensi menulis ilmiah yang dikembangkan di Fakultas Humaniora kembali membuahkan prestasi membanggakan. Irvan Pratama Herfi, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris semester 10 asal Batam, berhasil meraih Juara III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional pada rangkaian peringatan HUT ke-18 PGSD Universitas Hamzanwadi.
Baca juga:
- Kawal Mutu dan Fasilitas: Komitmen Kolektif Pimpinan Humaniora Sambut Semester Baru
- Dekan Humaniora Ajak Dosen ‘Move On’: Tantangan Adaptasi di Kampus Baru

Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh HMPS PGSD Universitas Hamzanwadi dan berlangsung selama 2–6 Januari 2026 di Universitas Hamzanwadi, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi ruang kompetitif bagi generasi muda Indonesia untuk menuangkan ide dan gagasan kreatif, khususnya yang berfokus pada kebersamaan sebagai kunci membangun kebahagiaan dan kehidupan sosial yang harmonis.
LKTI Nasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Selong–Lombok Timur, Mataram, Surabaya, Gresik, Jombang, Sumenep, Yogyakarta, Bogor, Jakarta, Makassar, Gorontalo, Sorong, Lampung, Pekanbaru, Medan, hingga Malang. Keberagaman latar belakang peserta menjadikan kompetisi berlangsung ketat dan sarat pertukaran gagasan lintas budaya serta perspektif keilmuan.
Melalui esai ilmiahnya, Irvan mampu menunjukkan ketajaman analisis, alur berpikir sistematis, serta kemampuan mengaitkan persoalan sosial dengan solusi implementatif di tengah masyarakat. Karya tersebut dinilai relevan dengan tema besar kegiatan, sekaligus mencerminkan kompetensi khas Humaniora yang menekankan kepekaan sosial, kritisisme, dan keberlanjutan gagasan.
Irvan mengungkapkan bahwa mengikuti LKTI nasional, khususnya pada kategori esai, memberikan pengalaman intelektual yang sangat berharga. Menurutnya, kompetisi ini melatih mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dan reflektif dalam merespons persoalan nyata.
“Mengikuti LKTI esai nasional sangat menarik karena membantu kita menjadi lebih kritis dalam membedah sebuah ide, mulai dari permasalahan, pengembangan gagasan, hingga bagaimana implementasinya di masyarakat luas,” ujarnya.
Prestasi ini menegaskan bahwa kompetensi tulis ilmiah mahasiswa Humaniora tidak hanya relevan di ruang akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan Irvan Pratama Herfi menjadi bukti bahwa tradisi literasi, daya nalar kritis, dan kepekaan sosial yang dibangun dalam kajian Humaniora dapat mengantarkan mahasiswa meraih prestasi sekaligus berkontribusi bagi wacana pembangunan masyarakat yang lebih harmonis. [dee/Infopub]





