HUMANIORA — (10/2/2026) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Endang Mutia Hilma Yeni, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 4, berhasil meraih Best Speaker dalam Public Speaking Competition yang merupakan bagian dari English Short Course Program di Basic English Course (BEC) Pare, Kediri, pada 30 Januari 2026.
Baca juga:
- Komitmen Pelayanan Prima: Dua Prodi di Humaniora Awali Semester Genap dengan Kedisiplinan Tinggi
- Semangat Baru Awali Semester Genap, Mahasiswa Humaniora Ikuti Kuliah Perdana
Ajang ini diikuti oleh sekitar 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya (UB), UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Jakarta, Universitas Padang, dan sejumlah kampus lainnya. Dari puluhan peserta tersebut, panitia hanya menetapkan empat peserta terbaik sebagai Best Speaker, dan Endang Mutia Hilma Yeni berhasil masuk dalam jajaran elit tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh para tutor dan tokoh penting di lingkungan Kampung Inggris Pare, di antaranya Mr. Kalend Osend, pendiri PT Kampung Inggris dan BEC, Mr. Fuad Al Muttaqin, Director of Basic English Course, serta Miss Sofaul Mawadah, Supervisor ESCO Program.

Dalam kompetisi tersebut, Endang membawakan materi bertajuk “The Most Valuable Experience in My Life”. Melalui pidatonya, ia mengisahkan pengalaman hidup paling berharga yang membentuk kepribadian, keberanian, dan cara pandangnya hingga saat ini. Materi tersebut dinilai kuat secara emosional, reflektif, dan mampu menyentuh audiens, sekaligus menunjukkan kemampuan public speaking yang matang.
Endang mengungkapkan bahwa mengikuti program dan kompetisi di BEC Pare menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga menempa kedisiplinan, keberanian tampil, proses belajar yang konsisten, serta kepercayaan diri.
“Suasana belajar di BEC Pare sangat seru, aktif, dan penuh tantangan. Saya juga bertemu dengan banyak orang hebat dari berbagai latar belakang universitas. Dari mereka, saya belajar tentang saling menghargai, berbagi ilmu, dan tumbuh bersama dalam semangat belajar,” tuturnya.
Ia menambahkan, pencapaian Best Speaker ini bukan semata tentang kemenangan, melainkan tentang keberanian untuk melangkah, proses panjang yang dijalani, serta kepercayaan diri yang terus dilatih selama mengikuti program di BEC Pare.
“Alhamdulillah, ini adalah pengalaman yang mencerahkan dan sangat saya syukuri. Semoga BEC Pare terus menjadi wadah lahirnya generasi pembelajar yang berani bermimpi dan berusaha,” pungkasnya.
Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Humaniora tidak hanya unggul dalam kajian bahasa dan sastra, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di level nasional dalam bidang public speaking dan pengembangan diri, sekaligus membawa nama baik institusi di kancah yang lebih luas. [cha/Infopub]





