HUMANIORA – (27/1/2026) Gelombang transformasi digital di lingkungan Yayasan Ma’arif Malang tidak hanya menyentuh aspek manajerial dan teknis, tetapi juga merambah pada sisi estetika publikasi. Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Tim Informasi dan Publikasi (Infopub) turun langsung membagikan rahasia dapur produksi konten kreatif dalam sesi workshop bertajuk “Kreasi Konten Madrasah: Grafis & Multimedia yang Menarik dan Relevan” di MTs Almaarif 01 Singosari, Jumat (23/1/2026).
Baca juga:
- Tampil di Masyarakat, Mahasiswa Humaniora Jadi Penceramah Peringatan Isra Mi’raj di Lombok Tengah
- Ruang Dialog Akademik, Prodi BSA Ajak Mahasiswa Semester Atas Refleksi Perjalanan Studi
Sesi ini menjadi panggung bagi tiga mahasiswa berbakat—Mochamad Muzaky Abdur Rohman, Arthur Maulana, dan Nurmadjidah Maradjabessy—untuk menularkan keterampilan mereka kepada para pengelola informasi madrasah.
Mochamad Muzaky Abdur Rohman membuka sesi dengan membedah strategi desain grafis yang efektif. Menurutnya, desain bukan sekadar soal keindahan, melainkan cara mengomunikasikan karakter institusi secara visual. Ia memaparkan bagaimana memilih palet warna, tipografi, dan tata letak yang mampu mencerminkan nilai-nilai madrasah namun tetap selaras dengan selera audiens kekinian.

“Desain yang baik adalah yang mampu berbicara sebelum audiens membaca teksnya. Kami ingin madrasah memiliki identitas visual yang kuat dan profesional, sebagaimana yang kami terapkan di lingkungan fakultas,” ungkap Muzaky.
Beralih ke dunia multimedia, Arthur Maulana mengupas tuntas teknik videografi profesional. Arthur menekankan bahwa video pendek adalah media paling efektif untuk menarik perhatian di era media sosial. Ia membekali peserta dengan teknik pengambilan gambar (shooting) yang benar, pengaturan komposisi, hingga optimasi setting kamera ponsel pintar agar menghasilkan kualitas data visual yang tajam dan sinematik.

“Penggunaan jenis kamera dan pengaturan yang tepat adalah fondasi. Namun, mengikuti tren dan memahami sudut pandang penonton adalah kunci agar video kegiatan madrasah tidak hanya informatif, tetapi juga viral dan berkesan,” jelas Arthur sambil mendemonstrasikan teknik transisi video yang sedang tren.
Menutup rangkaian materi, Nurmadjidah Maradjabessy membagikan rahasia manajemen di balik layar media sosial fakultas. Ia menekankan bahwa konten hebat akan sia-sia tanpa pengelolaan yang sistematis. Nurmadjidah menjelaskan pentingnya content planning dan pembagian tim kerja dalam sebuah komunitas jurnalistik.

“Digitalisasi membutuhkan konsistensi. Kami di Infopub Humaniora bekerja dengan jadwal yang ketat dan pembagian tugas yang jelas antara pencari berita, desainer, dan admin media sosial. Sinergi inilah yang memastikan informasi selalu up-to-date dan menarik,” tutur Nurmadjidah.
Workshop kreatif ini memberikan perspektif baru bagi para pengelola Infopub Madrasah Ma’arif bahwa publikasi bukan sekadar tugas tambahan, melainkan seni bercerita di ruang digital. Melalui sesi ini, mahasiswa Fakultas Humaniora membuktikan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam kajian teks dan budaya, tetapi juga mahir dalam mengoperasikan alat-alat kreatif untuk menyebarkan nilai-nilai pendidikan kepada masyarakat luas.
Dengan berakhirnya sesi ini, diharapkan setiap publikasi kegiatan di lingkungan Madrasah Ma’arif Malang akan memiliki nilai estetik yang lebih tinggi, mampu bersaing di ruang digital, dan tetap relevan dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha. [unr/Infopub]





