MIU Login

Humaniora Gelar FGD Kurikulum, Perkuat Mutu dan Relevansi Lulusan

HUMANIORA – (19/12/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Kurikulum Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Ruang Dekanat Fakultas Humaniora. Kegiatan ini dihadiri pimpinan Fakultas Humaniora, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Tim Pemutakhiran Kurikulum, dan Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Baca juga:

Kegiatan FGD ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Humaniora dalam memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Dalam paparannya, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM, Dr. Abdussakir, M.Pd., menjelaskan kebijakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengacu pada Permendikti Saintek Nomor 30 Tahun 2025. Regulasi tersebut menjadi pedoman utama bagi program studi dalam menyusun kurikulum baru yang terstruktur dan terukur.

Ia menegaskan bahwa kurikulum harus memuat komponen utama seperti Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), modalitas pembelajaran, serta pemenuhan syarat kompetensi yang harus dicapai mahasiswa. Seluruh komponen tersebut wajib dirumuskan secara sistematis agar kurikulum benar-benar berorientasi pada luaran pembelajaran.

Selain kebijakan OBE, FGD juga membahas pengintegrasian kurikulum berbasis nilai cinta dan ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Nilai-nilai Panca Cinta—meliputi cinta kepada Allah, alam, ilmu, bangsa, diri, dan sesama—direncanakan untuk diinternalisasikan ke dalam CPL sebagai karakter utama lulusan Fakultas Humaniora.

Sementara itu, konsep ekoteologi dipahami sebagai penguatan kesadaran mahasiswa terhadap peran manusia sebagai khalifah di bumi, alam sebagai ciptaan spiritual, pentingnya keseimbangan ciptaan, serta tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi fondasi etis dan spiritual dalam pembelajaran humaniora.

Dalam aspek teknis, dipaparkan bahwa program studi bertanggung jawab dalam merumuskan Profil Lulusan, CPL, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga Sub-CPMK. Adapun dosen berperan dalam menyusun dan menginput instrumen penilaian serta skoring yang selaras dengan capaian pembelajaran tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Tim LPM yang diwakili Rosihan Aslihuddin, S.Sos., menegaskan bahwa review kurikulum dan pemutakhiran kurikulum merupakan dua hal yang berbeda. Pemutakhiran kurikulum mencakup peninjauan menyeluruh terhadap luaran, proses, dan masukan pembelajaran.

Ia menekankan pentingnya menjaring masukan dari alumni serta pengguna lulusan sebagai bagian dari evaluasi eksternal. Data tersebut menjadi dasar penting dalam memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Setiap kurikulum program studi, lanjutnya, harus disusun secara komprehensif dengan mencakup capaian pembelajaran lulusan, masa tempuh kurikulum, metode dan modalitas pembelajaran, syarat kompetensi calon mahasiswa, sistem penilaian hasil belajar, tata cara penerimaan mahasiswa, serta materi pembelajaran yang harus ditempuh.

Sementara itu, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., dalam arahannya menegaskan bahwa pemutakhiran kurikulum merupakan langkah strategis dalam merespons tantangan zaman dan dinamika global.

“Kurikulum harus terus diperbarui agar tidak tertinggal oleh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora berupaya memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta karakter keislaman dan kemanusiaan yang kuat,” tegasnya.

Melalui FGD ini, Fakultas Humaniora berharap kurikulum yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar regulatif, tetapi juga memiliki kekhasan nilai, relevansi kontekstual, dan kesiapan implementasi untuk meningkatkan kualitas lulusan di tingkat nasional maupun global. [unr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait