HUMANIORA – (11/12/2025) Suasana meriah Grand Final Jaka Rara Humaniora 2025 (7/12) di ruang teater Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya dimeriahkan oleh para finalis, juri, dan tamu undangan, tetapi juga oleh hadirnya Fairuz Ainur Syafa Mustofa, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris yang sukses meraih gelar Favorite Miss Diversity Jawa Timur 2025. Kehadirannya di acara Jaka Rara Humaniora menjadi sorotan dan mendapat sambutan hangat dari penonton maupun panitia.
Baca juga:
- Resmi Terpilih! JakaRara Humaniora 2025 Siap Tebarkan Pesona Fakultas Lebih Luas
- Grand Final Jaka Rara Fakultas Humaniora 2025, Wujudkan Generasi Berdaya Nusantara
Sebagai bagian dari Fakultas Humaniora, Fairuz menampilkan citra ideal mahasiswa Humaniora: unggul secara akademik, berkarakter, berwawasan, dan aktif dalam pengembangan diri. Ia menjadi contoh bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya kompeten dalam bidang kajian kebahasaan dan budaya, tetapi juga mampu bersinar di ranah sosial–kultural yang lebih luas.
“Saya bangga sekali bisa hadir di Grand Final Jaka Rara Humaniora 2025. Ajang ini bukan hanya kompetisi duta fakultas, tetapi ruang bagi mahasiswa Humaniora untuk mengekspresikan bakat, kepercayaan diri, serta nilai keberagaman. Saya melihat para finalis tampil sangat luar biasa dan penuh energi positif. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan membawa nama fakultas semakin bersinar,” ungkap Fairuz.
Kehadiran Fairuz tidak hanya sebagai tamu, tetapi sebagai sesama mahasiswa Humaniora yang memberikan apresiasi dan semangat kepada para finalis. Ia menilai bahwa kompetisi Jaka Rara merupakan kegiatan penting dalam membangun kapasitas mahasiswa — khususnya dalam public speaking, karakter, dan penguatan identitas diri.
Menurutnya, semangat inklusivitas dan keberagaman yang menjadi roh program Miss Diversity selaras dengan nilai-nilai yang digaungkan dalam ajang Jaka Rara Humaniora. Karena itu, kehadirannya menjadi representasi simbolik bahwa mahasiswa Humaniora memiliki spektrum prestasi yang luas dan saling menguatkan.
Grand Final Jaka Rara Humaniora 2025 kembali menegaskan bahwa Fakultas Humaniora adalah ruang bagi mahasiswa untuk berkarya dan mengembangkan diri dalam berbagai bentuk. Kehadiran Fairuz mempertegas bahwa keberagaman talenta mahasiswa bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga menjadi identitas khas fakultas ini. [alv]





