MIU Login

Evolusi Nahwu Arab di Era Kecerdasan Buatan: Dosen Humaniora UIN Malang Isi Kuliah Tamu di UIN Padang

HUMANIORA – (26/11/2025) Perkembangan ilmu Nahwu Arab memasuki babak baru di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan. Tema inilah yang menjadi sorotan utama dalam Kuliah Dosen Tamu yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Imam Bonjol Padang, dengan menghadirkan Tamim Mulloh, M.Pd., dosen dari Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada Rabu (19/11/2025).

Baca juga:

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kampus tiga UIN Imam Bonjol Padang ini dihadiri sekitar puluhan peserta, terdiri dari mahasiswa semester tiga dan lima, para dosen, serta unsur pimpinan fakultas. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, mengingat topik yang diangkat memadukan tradisi linguistik Arab klasik dengan perkembangan teknologi modern berbasis AI.

Dalam kuliahnya yang bertajuk “Dari Sibawayhi ke ChatGPT: Evolusi Nahwu Arab di Era Kecerdasan Buatan”, Tamim Mulloh mengajak peserta menelusuri perjalanan panjang ilmu nahwu mulai dari kontribusi monumental Imam Sibawayhi hingga peran teknologi mutakhir seperti ChatGPT dalam pembelajaran bahasa Arab saat ini. Ia memaparkan bahwa sistematika yang diwariskan oleh Sibawayhi telah menjadi fondasi utama tata bahasa Arab selama berabad-abad, dan hingga kini tetap relevan sebagai dasar pengkajian linguistik Arab.

Namun, menurutnya, lanskap studi bahasa Arab mulai berubah seiring hadirnya teknologi digital. Kehadiran kecerdasan buatan memungkinkan mahasiswa dan peneliti menggali kaidah nahwu secara lebih cepat, interaktif, dan komprehensif. “ChatGPT tidak menggantikan nahwu, tetapi membuka cara baru untuk memahami dan mengajarkannya,” ujarnya saat menjelaskan bagaimana AI membantu menjembatani kesenjangan antara teks klasik dan kebutuhan pembelajaran modern.

Tamim juga menyoroti bagaimana perangkat berbasis AI memudahkan eksplorasi contoh, analisis struktur kalimat, dan penjelasan kaidah secara instan. Dengan begitu, mahasiswa dapat belajar secara mandiri sekaligus mendukung proses pengajaran di kelas. Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI tetap memerlukan bimbingan ilmiah agar tidak menghilangkan ketelitian akademik yang menjadi ciri studi bahasa Arab klasik.

Kuliah tamu ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa dan dosen mengajukan berbagai pertanyaan tentang tantangan dan peluang penggunaan AI dalam studi kebahasaaraban. Para peserta mengapresiasi materi yang dianggap membuka perspektif baru tentang bagaimana ilmu nahwu dapat berkembang seiring zaman.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan pengajar untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dalam memperdalam ilmu linguistik Arab, sekaligus menjaga kontinuitas tradisi ilmiah yang telah diwariskan sejak era para ulama klasik. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan harapan agar kolaborasi akademik seperti ini terus berlanjut di masa mendatang. [alv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait