HUMANIORA – (16/10/2025) Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Muassomah, kembali mengukir kiprah internasional dengan menjadi narasumber dalam program Visiting Professor di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakulti Bahasa dan Komunikasi, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Trengganu, Malaysia. Kegiatan ini berlangsung pada 14 Oktober 2025.
Baca juga:
- Workshop MADINA: Humaniora Dorong Mahasiswa Kuasai Jurnalistik Kreatif dan Media Digital
- Global Pathways: Mahasiswa Humaniora Didorong Tembus Dunia Lewat Beasiswa Internasional
Program Visiting Professor ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Humaniora untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan memperkaya wawasan dosen. Dalam kesempatan ini, Prof. Muassomah berbagi pengalaman, pengetahuan, serta gagasan strategis terkait pengembangan keilmuan bahasa Arab di era global.

Dalam sesi kuliah dan diskusi yang berlangsung di Fakulti Bahasa dan Komunikasi UniSZA, Prof. Muassomah membahas topik seputar pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan kompetensi Bahasa dan Sastra Arab. Dalam paparannya, Muassomah menegaskan bahwa teknologi digital telah membuka peluang luas untuk merevolusi cara belajar dan mengajar bahasa Arab. Menurutnya, pembelajaran bahasa Arab tidak lagi terbatas pada ruang kelas konvensional, melainkan dapat diperluas melalui berbagai platform digital seperti aplikasi pembelajaran interaktif, media sosial, podcast, video pembelajaran, dan situs web berbasis konten autentik.
“Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan mahasiswa untuk mengakses sumber-sumber primer bahasa Arab dari berbagai belahan dunia secara cepat dan kontekstual, sehingga keterampilan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis dapat diasah dengan lebih efektif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muassomah menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran sastra Arab. Teknologi dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra klasik maupun kontemporer secara lebih mendalam melalui perangkat digital seperti text analysis tools atau platform diskusi daring. Selain itu, teknologi juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya kreatif dalam bahasa Arab melalui media digital, seperti blog, video puisi, dan teater daring. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi linguistik, tetapi juga mengembangkan apresiasi estetik dan pemikiran kritis terhadap khazanah sastra Arab, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk berinteraksi di ruang digital global.
Program Visiting Professor ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi Fakultas Humaniora UIN Malang Indonesia di tingkat internasional sekaligus membuka ruang pertukaran keilmuan yang produktif antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang pengembangan keilmuan Bahasa dan Sastra Arab di era digital. Selain itu, juga menciptakan peluang kolaborasi lintas negara yang strategis untuk mendorong inovasi pendidikan, meningkatkan kapasitas institusi, serta melahirkan generasi akademisi dan mahasiswa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global. (al)





