THAILAND – (2/9/2025) Dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Penny Respati Yurisa, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Malay Literature Seminar yang diselenggarakan di Rungrote Wittaya School, Thailand, pada Senin (11/8/2025).

Dalam forum akademik internasional tersebut, Dr. Penny mengusung materi tentang pengenalan budaya Indonesia melalui lagu dan kesenian. Menurutnya, seni musik dan tradisi budaya Indonesia dapat menjadi pintu masuk yang efektif untuk mempererat hubungan lintas bangsa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
“Budaya adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia tanpa sekat. Melalui lagu dan kebudayaan, kita dapat mempertemukan hati, mengenalkan jati diri bangsa, dan menumbuhkan saling pengertian,” ujar Dr. Penny dalam pemaparannya.
Kegiatan seminar ini turut dihadiri oleh Direktur Rungrote Wittaya School, Mr. Masoh Soman, bersama jajaran tenaga pendidik dan kependidikan setempat. Kehadiran Dr. Penny mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah yang menilai materi tersebut memberi perspektif baru bagi para peserta tentang kekayaan khazanah budaya Nusantara.
Sebagai pembina Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana (PSM GGB) UIN Malang, Dr. Penny juga menegaskan bahwa seni dan budaya bukan hanya sekadar ekspresi, melainkan juga media diplomasi budaya yang efektif. “Melalui seni suara, kita bisa membawa pesan perdamaian, harmoni, dan persahabatan antarbangsa. Inilah wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjalin hubungan internasional,” ungkapnya.
Acara ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat jejaring internasional antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Rungrote Wittaya School, khususnya dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya. (al)





