HUMANIORA – (28/11/2025) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi mahasiswa menuju kelulusan tepat waktu. Melalui program strategis bertajuk Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy, Prodi BSA menghadirkan pendampingan terstruktur bagi mahasiswa semester 7 untuk mengatasi kegelisahan umum, bingung memilih judul skripsi dan sulit memulai tugas akhir.
Baca juga:
- Tingkatkan Kualitas Riset, Dosen Humaniora Isi Kuliah Tamu Penulisan Karya Ilmiah di UIN Palembang
- Evolusi Nahwu Arab di Era Kecerdasan Buatan: Dosen Humaniora UIN Malang Isi Kuliah Tamu di UIN Padang
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Ruang Theater Lantai 3 Fakultas Humaniora. Acara digelar khusus untuk mahasiswa semester akhir yang hanya mengambil skripsi sebagai tugas akhir—sebuah fase yang kerap memicu kebingungan, tekanan waktu, hingga “kegalauan akademik”.


Melalui Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy, mahasiswa dibimbing untuk secara cepat dan tepat, menentukan topik dan judul skripsi yang relevan, menyusun proposal penelitian, memilih metodologi yang sesuai, serta memahami teknik analisis bahasa dan sastra Arab secara efektif.
Pendampingan dilakukan langsung oleh jajaran dosen Prodi BSA, Dr. Abdul Basid (Ketua Prodi), Moh. Zawawi, M.Pd. (Sekretaris Prodi), Dr. Abdul Muntaqim Al-Anshori, Misbahus Surur, M.Pd., serta Khafid Roziki, M.Pd.



Para dosen memberikan arahan sistematis yang memudahkan mahasiswa memahami langkah-langkah penyusunan skripsi, mulai dari perumusan masalah hingga rancangan analisis data—semua disesuaikan dengan kebutuhan khas mahasiswa BSA.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi BSA Dr. Abdul Basid menegaskan komitmen prodi dalam mendampingi mahasiswa di fase krusial ini. “Mukhayyam al-Bahts al-Ilmy adalah bentuk kehadiran prodi untuk memastikan mahasiswa tidak berjalan sendirian. Kita kawal dari menentukan judul, memulai bimbingan, hingga siap ujian skripsi,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa semester akhir. Banyak dari mereka mengaku merasa lebih tenang, terarah, dan termotivasi setelah mendapatkan pemetaan tugas akhir secara jelas dan praktis.
Melalui program komprehensif ini, Prodi BSA tidak hanya memberikan solusi akademik, tetapi juga menghadirkan ruang penguatan mental agar mahasiswa dapat “menghadapi badai tugas akhir” dengan lebih siap dan percaya diri.

Dengan langkah sigap ini, Prodi BSA kembali menegaskan perannya sebagai prodi yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan terus berupaya mencetak lulusan yang berkualitas serta tepat waktu. [al]





