MIU Login

Dekan Humaniora UIN Malang: Sastra Arab Bukan Sekadar Teks, Tapi Media ‘Tasliyah’ yang Mencerahkan

HUMANIORA – (22/12/2025) Pementasan drama masrohiyah “Baqāyā al-Anfās” oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan sorotan khusus dari Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag. Ia menyebut karya ini sebagai bentuk pencapaian intelektual yang berhasil melampaui batas-batas ruang kelas.

Baca juga:

Dalam sambutannya yang penuh apresiasi pada Sabtu petang (20/12), Prof. Faisol menggarisbawahi bahwa pementasan ini memiliki nilai filosofis yang dalam, yakni sebagai media hiburan yang mendidik. Prof. Faisol mengaitkan esensi teater ini dengan fungsi al-Qur’an sebagai tasliyah (hiburan/penghibur). Menurutnya, seni peran dan sastra Arab—seperti puisi dan syair—adalah instrumen yang sangat bergantung pada siapa yang memegangnya.

“Nilai sastra bisa menjadi sarana kebaikan jika berada di tangan yang baik. Kita harus pandai mengelola hal tersebut menjadi wasilah (perantara) yang baik untuk membawa manusia lebih maju lagi,” ungkap pria kelahiran Gresik tersebut.

Lebih lanjut, Prof. Faisol menekankan bahwa keberhasilan drama yang mengangkat isu medis langka Sindrom Takotsubo ini bukan hanya buah dari imajinasi liar, melainkan hasil dari proses berpikir yang matang dan riset yang serius. Ia memuji kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan kaidah bahasa Arab yang baik di tengah tuntutan akting serta menyampaikan pesan moral tentang menghargai kehidupan dengan penjiwaan.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada H. Ghufron Hambali, M.HI., selaku dosen pengampu yang telah membimbing mahasiswa melalui metode Project-Based Learning. Prof. Faisol berharap tradisi kreatif ini tetap menjadi ciri khas dan keunggulan Fakultas Humaniora.

“Saya berharap pementasan ini menginspirasi mahasiswa lain untuk terus melahirkan karya yang melampaui batas-batas kelas. Fakultas akan selalu mendukung setiap ruang ekspresi yang mampu mengasah bakat dan keilmuan mahasiswa secara bersamaan,” pungkasnya.

Pementasan yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai kesuksesan angkatan Nawaza 2022 dalam menghidupkan panggung teater Humaniora dengan nilai-nilai kemanusiaan. [unr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait