HUMANIORA – (20/1/2026) Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang seiring dikukuhkannya Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., sebagai Guru Besar bidang Sastra Arab. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Fakultas Humaniora sekaligus menandai penguatan keilmuan sastra Arab di lingkungan UIN Malang.
Baca juga:
- Dari Teks ke Peradaban, Prof. Faisol Tegaskan Makna Profetik Kisah Kenabian Al-Qur’an
- Inspirasi Generasi Muda, Mahasiswa Humaniora Isi Sesi Pengembangan Diri di Expo Campus
Pria kelahiran Gresik, 51 tahun silam, tersebut dikukuhkan bersama 10 Guru Besar lainnya dalam Sidang Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar yang digelar di Auditorium Gedung Dr. (HC) Ir. H. Soekarno Lantai V UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (20/1/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan universitas, sivitas akademika, serta keluarga para guru besar yang dikukuhkan.

Pengukuhan Prof. Faisol memiliki makna historis tersendiri. Ia tercatat sebagai Guru Besar pertama di bidang Sastra Arab di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Status tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia (KMA RI) Nomor: 201003/MA/KP.07.6/09/2025, yang ditetapkan di Jakarta pada 23 September 2025. Sebelumnya, UIN Malang telah memiliki Guru Besar di rumpun keilmuan terkait, yakni Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. sebagai Guru Besar Ilmu Studi Islam pada 2022 dan Prof. Muassomah, M.Si., M.Pd. sebagai Guru Besar Ilmu Bahasa Arab pada 2024.
Usai seremoni pengukuhan, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian akademik Prof. Faisol. Menurutnya, bertambahnya Guru Besar di Fakultas Humaniora menjadi energi baru bagi penguatan tradisi keilmuan dan riset.
“Selamat kepada Prof. Faisol. Semoga bertambahnya Guru Besar di Fakultas Humaniora semakin memperkuat pengembangan keilmuan, khususnya di bidang Sastra Arab, serta meningkatkan kualitas akademik, riset, dan kontribusi keilmuan Humaniora di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Muassomah, sebagai kolega yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapan agar Prof. Faisol dapat mengemban amanah Guru Besar dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa posisi Guru Besar bukan sekadar capaian personal, melainkan amanah keilmuan yang luas.
“Seorang Guru Besar memiliki tanggung jawab tidak hanya di dalam institusi, tetapi juga kepada masyarakat dan negara. Yang tidak kalah penting adalah komitmen untuk terus menambah, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Pengukuhan Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag. sebagai Guru Besar Sastra Arab diharapkan menjadi penguat arah pengembangan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat kajian bahasa, sastra, dan budaya Arab yang integratif, kritis, serta relevan dengan tantangan zaman. Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menumbuhkan tradisi akademik unggul dan berdaya saing. [al/Infopub]





