HUMANIORA – (2/3/2026) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi meluncurkan inisiatif strategis bertajuk “Program Pencangkokan Dosen” pada Jumat (27/2/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya sistematis dalam memfasilitasi dan mempercepat para dosen prodi untuk meraih jabatan akademik tertinggi, yakni Guru Besar (Profesor).
Baca juga:
Kegiatan perdana yang berlangsung di ruang Dekanat ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, M.Pd., Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., Sekretaris Prodi BSA, Dr. Moh. Zawawi, M.Pd., serta jajaran dosen yang diproyeksikan segera menyandang gelar profesor.

Untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknis pengajuan, prodi menghadirkan pakar sekaligus Guru Besar Fakultas Humaniora, Prof. Dr. Muassomah, M.Si., M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Muassomah membedah secara rinci mengenai peta jabatan, perhitungan angka kredit, hingga pemenuhan syarat khusus yang sering kali menjadi tantangan utama bagi para dosen.
Materi tersebut dirancang agar para dosen memiliki kompas yang jelas dalam memenuhi persyaratan ketat, mulai dari publikasi di jurnal internasional bereputasi, pengabdian masyarakat, hingga penyusunan karya ilmiah yang berdampak luas.
Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, menjelaskan bahwa program pencangkokan ini bukan sekadar bantuan administratif, melainkan investasi jangka panjang institusi. Terdapat lima aspek utama mengapa persiapan Guru Besar menjadi sangat vital bagi Prodi Bahasa dan Sastra Arab, yakni Akselerasi Karier, Mutu Tridharma, Dongkrak Akreditasi, serta Mentorship.

“Kami ingin memastikan para dosen memiliki kesiapan penuh dalam mengemban tanggung jawab besar untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Guru besar adalah puncak karier, sekaligus awal dari tanggung jawab inovasi yang lebih besar bagi kemajuan prodi dan universitas,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi. Menurutnya, program ini menjadi prioritas dalam rencana strategis pengembangan SDM di Prodi BSA. Melalui Program Pencangkokan ini, ia berharap para dosen tidak hanya siap secara dokumen, tetapi juga secara mentalitas untuk menjadi inspirator akademik bagi seluruh civitas akademika.
Dengan dimulainya program ini, Prodi BSA UIN Malang optimis akan lahir wajah-wajah baru profesor yang akan memperkuat posisi fakultas sebagai pusat unggulan studi bahasa dan sastra Arab di Indonesia. [unr/Infopub]





