HUMANIORA – (15/6/2026) Potensi mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mendapat pengakuan di tingkat regional. Amelia Resti Iffadah, mahasiswa semester delapan Program Studi Sastra Inggris, berhasil meraih Juara 2 Lomba Esai dalam ajang Festival Pesantren 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya.
Baca juga:
- Kerusakan Alam dalam Sastra Ungkap Krisis Lingkungan dan Kesadaran Ekologis
- Humaniora Gelar Bedah Buku Sebut Saja Puisi, Bahas Makna dan Relevansi Puisi di Era Modern
Kompetisi yang berlangsung pada 15 Mei hingga 15 Juni 2026 tersebut diikuti mahasiswa D3, D4, dan S1 se-Jawa Timur serta para mahasantri dari berbagai perguruan tinggi. Festival ini digelar sebagai wadah untuk menggali potensi generasi muda pesantren menuju pribadi yang mandiri, kreatif, dan berprestasi.
Dalam kompetisi tersebut, Amelia berkolaborasi dengan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yakni Hasnia Imroatis Syarifah dan Nurul Fadhilah Ramadhani. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan tersendiri dalam merumuskan gagasan yang kritis dan solutif sesuai dengan tema yang diangkat dalam perlombaan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya memiliki kemampuan bahasa dan sastra, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan akademik yang relevan dengan isu-isu sosial dan pendidikan. Kompetisi esai menuntut peserta untuk mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, argumentasi ilmiah, kreativitas, serta kemampuan menyajikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Amelia mengaku bersyukur atas capaian yang diraih timnya. Menurutnya, proses kompetisi memberikan banyak pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya kemampuan menulis, tetapi juga melatih kerja sama tim dan kemampuan berpikir analitis.
“Kompetisi ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran baru bagi kami, terutama dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis, dan berkolaborasi. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, mengembangkan ide-ide kreatif, dan tidak ragu mengikuti berbagai kesempatan yang ada,” ujarnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa budaya literasi di lingkungan Fakultas Humaniora terus berkembang. Melalui berbagai kompetisi akademik, mahasiswa didorong untuk menuangkan gagasan, melakukan kajian kritis, serta berkontribusi dalam menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Capaian ini menambah deretan prestasi mahasiswa Humaniora di berbagai bidang, sekaligus mempertegas komitmen fakultas dalam membangun generasi muda yang unggul dalam literasi, kreatif dalam berkarya, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. [sof/Infopub]





