MIU Login

Momen Bermunajat: Yudisium Humaniora Dibalut Istighotsah Bersama KH. Marzuki Mustamar

HUMANIORA – (6/2/2026) Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pengujung acara Yudisium dan Pelepasan Mahasiswa Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (5/2). Acara ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan akademik, tetapi juga menjadi momen bermunajat bersama agar langkah para lulusan di masyarakat senantiasa diberkahi.

Baca juga:

Suasana ruang teater di lantai 3 gedung fakultas seketika berubah menjadi teduh saat Dr. K.H. Marzuqi Mustamar, M.Ag. naik ke podium untuk memimpin istighotsah dan doa bersama. Dengan suara yang menggetarkan hati, beliau mengajak seluruh civitas akademika dan peserta yudisium untuk menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik bagi para muassis (pendiri) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Tidak hanya bagi para pendiri, doa juga dipanjatkan khusus bagi para pimpinan Fakultas Humaniora terdahulu, civitas akademika, hingga orang tua atau wali mahasiswa yang telah berpulang ke rahmatullah. Momen ini menjadi bentuk penghormatan serta pengakuan bahwa keberhasilan yang diraih para mahasiswa hari ini adalah buah dari rintisan dan doa-doa mereka yang telah mendahului.

Dalam kesempatan tersebut, K.H. Marzuki Mustamar juga membacakan Hizib Nasor, sebuah rangkaian doa dan dzikir untuk memohon perlindungan serta kebaikan bagi institusi Fakultas Humaniora dan seluruh lulusannya. Pembacaan hizib ini dimaksudkan sebagai bekal spiritual bagi para sarjana baru agar senantiasa dalam penjagaan Allah SWT saat memasuki dunia nyata yang penuh tantangan.

Selain memimpin doa, K.H. Marzuki memberikan motivasi yang menyentuh sisi personal mahasiswa. Beliau berpesan agar para lulusan selalu menjadikan “berbuat baik” sebagai prinsip utama dalam berinteraksi di tengah masyarakat. Menurutnya, kesuksesan di dunia kerja tidak akan lengkap tanpa keberhasilan dalam membangun fondasi paling dasar dalam hidup, yakni keluarga.

“Teruslah berbuat baik, terutama kepada keluarga. Bangunlah keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah,” pesan beliau. Beliau menekankan bahwa kemuliaan seorang sarjana akan tampak dari bagaimana ia menjaga keharmonisan rumah tangga dan kebermanfaatannya bagi lingkungan sekitar.

Prosesi yudisium yang ditutup dengan doa bersama ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Harapannya, dengan mengawali langkah pasca-kampus melalui jalur langit (munajat), para lulusan Humaniora tidak hanya membawa bekal ilmu pengetahuan dan karakter, tetapi juga keberkahan yang akan menuntun mereka menuju kesuksesan yang hakiki.

Acara berakhir dengan suasana penuh ketenangan, menandai kesiapan para sarjana Humaniora untuk melangkah keluar gerbang kampus dengan kepercayaan diri yang dilandasi oleh spiritualitas yang kuat. [unr/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait