HUMANIORA — (21/1/2026) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional. Kali ini, capaian tersebut datang dari ajang MHQ ASEAN yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan, pada 9–13 Januari 2026. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Ahmad Nur Hafidh berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Kaligrafi Qur’an (MKQ) kategori Kontemporer.
Baca juga:
- Syukur dan Apresiasi, Humaniora Gelar Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Dekan
- Dekan Humaniora Dikukuhkan Jadi Guru Besar Pertama di Bidang Sastra Arab
Ahmad Nur Hafidh merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) semester 8. Mahasiswa asal Sidoarjo ini tampil meyakinkan melalui karya kaligrafi kontemporer yang memadukan kekuatan artistik, kreativitas modern, serta kedalaman makna ayat-ayat Al-Qur’an. Karyanya dinilai unggul oleh dewan juri di tengah persaingan ketat dengan peserta dari berbagai negara dan institusi ternama.
MHQ ASEAN dirancang sebagai wadah strategis bagi para peserta untuk menguji kemampuan dan mengembangkan potensi di bidang masing-masing, sekaligus menjadi sarana syiar Islam melalui semangat persaingan dalam kebaikan. Even ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga dalam dan luar negeri, di antaranya An-Nahdhoh Education Center Malaysia, Darul Hafidzin Malaysia, Yayasan Tahfidz Sulthan Haji Hasanal Bokiah Brunei Darussalam, Tahfidzul Quran Sadana Thailand, serta sejumlah lembaga dan perguruan tinggi nasional seperti Sabilul Muttaqin Kalimantan Tengah, UI Syafiidin, IAD Probolinggo, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan lainnya.
Ahmad Nur Hafidh mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, suasana lomba terasa luar biasa mengingat skala acara yang besar dan keterlibatan peserta dari luar Indonesia. “Siapa sangka sebuah pondok pesantren mampu menyelenggarakan acara semegah ini. Persaingan terasa sangat intens, namun panitia ramah dan pelayanannya cukup baik. Alhamdulillah bisa bersaing dengan para ahli di bidangnya dan memperoleh juara. Ini menjadi pengalaman yang sangat mencerahkan,” tuturnya.
Prestasi ini semakin menegaskan kapasitas mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Malang dalam mengembangkan potensi akademik dan nonakademik hingga ke level internasional. Melalui seni kaligrafi Al-Qur’an kontemporer, mahasiswa Humaniora tidak hanya berkompetisi, tetapi juga turut menyebarkan nilai-nilai keindahan, keislaman, dan keilmuan dalam ruang global. [dee/Infopub]





